Top-ads

News Flash

LIFE STYLE

The Latest


Mudik atau pulang kampung saat lebaran sudah menjadi tradisi tahunan yang luar biasa di Indonesia. Kamu yang merantau pasti saat lebaran pengen banget mudik, kan.

Para perantau, banyak alasan selain ingin bersilturahim saat lebaran. Para peudik pun rela-rela berhari-hari menempuh jarak jauh hingga sampai tujuan.

Kendaraan yang dipakai pun beragam, mulai umu, pribadi, atau rombongan kelompok. Keunikan yang tidak bisa dilupakaan mungkin bagi para pemudik. Mungkin juga memiliki kebahagiaan sendiri saat perjalanan.

Namun, kamu yang mau udik nanti, harus tetap jaga keselamatan ya, karena setiap tahunnya banyak kejadian diluar dugaan saat perjalanan.

Melihat hal itu quicklik memiliki tips sendiri buat kamu nanti yang mau mudik nih.

Periksa Kondisi Tubuh
Pastikan bahwa sebelum mudik anda dan keluarga berada dalam kondisi yang sehat. Terutama bagi driver, biasanya ini untuk para ayah.

Kendaran Pribadi
Selain kondisi tubuh, kondisi kendaraan pribadi seperti motor, mobil pun harus dipastikan kondisinya secara baik. Jangan lupa ke bengkel gaes, periksa kondisi kendaraan kamu sebelum diajak ‘bertempur’ jarak jauh. Selain itu, perelengkapan atau alat-alat kendaran, baik mobil dan motor harus dibawa. Hal yang tidak diduga-duga patut dijaga-jaga. Ban serep penting juga nih gaes.

Untuk kamu yang memakai mobil, jangan lupa bawa air mentah dalam jerigen atau botol mineral untuk mengisi radiator. Selain itu untuk mencuci tangan setelah ganti ban kalau-kalau bocor atau kempes.

Tak ada salahnya ada juga membawa sabun. Air ini juga berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-tiba ‘pup’ saat kita tengah berada di daerah yang sulit air (misalnya: sawah, hutan)

Bekal Makanan dan P3K
Penting ini gaes, bawa bekel akan yang praktis bisa dimakan sambil terus berkendara. Selain kebersihan terjamin sendiri, hal itu praktis buat yang bawa anak-anak.

Yang bawa mobil nih, kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota dimana anda lewat untuk mencari restoran fast food fried chiken. Yang pasti anak-anak suka dan lebih baik kebersihannya.

Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk anak-anak.

Packing Barang/ Muatan Dengan Benar
Urutkan barang/ muatan berdasarkan tingkat kebutuhan. Yang memiliki kemungkinan sangat besar dibutuhkan saat dalam perjalanan diletakkan di tempat atau posisi yang paling mudah dikeluarkan. Supaya tidak perlu bongkar muat tiap kali butuh sesuatu.

Siaga di Pantura
Kamu pasti tahu sendiri bagaimana kejamnya jalur ini. Bus antar kota/provinsi yang tak ingin kalah karena mengejar waktu. Kamu yang memakai kendaraan pribadi lebih baik mengalah untuk keselamatan kelaurga.

Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong. Jika bertemu dengan truk jenis ini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri. Minta co-driver melihat ke depan apakah lajur depan sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau tidak.

Bawa Peta Jalur Mudik
Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang

memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.

Bawa HP & Chargernya
Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi “blank spot” untuk kartu tertentu, lebih baik jika salah satu anggota keluarga punya HP dengan kartu yang berbeda. Jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.

Catatlah nomor telepon penting
Dengan mengantoingi nomor telpon polisi, Jasa Marga, Info jalan tol akan sangat membantu saat anda mengalami masalah dalam perjalanan.

Setelah semua hal diatas anda siapkan dengan cermat, jangan lupa untuk selalu BERDOA sebelum memulai perjalanan. Selamat mudik, semoga selamat sampai tempat tujuan. 


Sumber:
http://quicklik.com/mudik-lebaran-intip-tipsnya-dulu/

Direktur Eksekutif International Pharmaceutical Manufacturing Group (IPMG), Parulian Simanjutak mengatakan peredaran obat palsu dapat merusak kepercayaan konsumen mengenai pelayanan medis, khususnya tentang manfaat obat dalam mengatasi penyakit.

Selain itu, kata dia kewaspadaan kita terhadap obat palsu itu bukan dihari perayaannya saja. Tetapi setiap hari.

“Seharusnya kita waspada di setiap harinya, bukan dengan satu hari saja,” ujarnya saat menghadiri seminar waspada Anti-Counterfeit, Rabu 03/06

Harga Obat Mahal.
Parulian menjelaskan bahwa adanya Obat palsu yang beredar dikarenakanharga obat yang cukup mahal.

“Obat palsu ada karena obat yang sebenarnya memang cukup mahal serta membutuhkan riset yang cukup lama sekitar 10-15 tahun, hingga akhirnya bisa dipasarkan. Bahkan Menurut penelitian dari Tufts Center for the Study of Drug Development, Boston University, biaya obat baru dapat mengahbiskan dan sebesar 2,6 miliyar,” tuturnya.

Ongkos Distribusi.
Tak hanya itu saja, penyebab lainnya adalah Ongkos distribusi yang tinggi, Law aenforcement yang lemah, kurangnya daya beli masyarakat, dan juga pengetahuan yang masih kurang menjadi penyebab masyarakat dengan mudah tersosialisasi dengan obat palsu.

Selain itu efek aka lebih berbahaya jika masyarakat kita tidak waspada dengan obat palsu.

“mengkonsumsi obat palsu lebih berbahaya dari pada membeli tas palsu, karena dapat menyebabkan, Penyakit yang di derita tak kunjung sembuh, Kebal terhadap obat, dan yang paling fatal adalah menyebabkan kematian,” himbaunya. 


Sumber:

http://quicklik.com/pemicu-beredarnya-obat-palsu/

Mepertahankan ereksi kejantanan saat bercinta bagi kaum pria menjadi paling mahal. Apalagi jika disfungsi ereksi menghapiri kau pria yang baru saja menikah. Hal itu menjadi permasalahan penting.

Disfungsi ereksi memang sudah pasti tidak bisa mencapai orgasme, namun jika pria tidak mencapai orgasme, belum tentu mengalami disfungsi ereksi.

Walau peningkatan ereksi terjadi pada usia 70 tajun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria sebelum masanya. Biasanya, disfungsi ereksi terjadi akibat terlalu lelah, stress, dan juga kadar gula darah yang cukup tinggi.

Namun tidak perlu khawatir, ini tips alami cegah disfungsi ereksi.

  1. Konsumsi gingseng merah 600 samapai 1000 mg sehari dipercaya mampu meningkatkan gairah seks dan libido pada pria.
  2. Dehidroepiandrosteron merupakan steroid endogenus yang disekresi oleh kelenjar adrenal sebagai prekursor dari hormon androgen dan estrogen, dan memiliki efek neurosteroid.berguna untuk meningkatkan ereksi pria.
  3. Akupunktur -, metode akupunktur telah menunjukkan peningkatan disfungsi ereksi. Prinsip ini berusia 2.500 tahun ini dirancang untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh untuk mengubah sensasi rasa sakit dan untuk mengubah fungsi tubuh untuk mengobati penyakit. Rilis akupunktur endorfin, membuat pria merasa sangat santai dan membantu dalam meningkatkan emosi gairah mereka yang merangsang sistem saraf dan darah.
  4. Zinc Suplemn atau Seng (Zn), Kekurangan seng pada pria yang diketahui menyebabkan ereksi lemah,dengan mengkonsumsi seng, dapat meningkatkan kadar alami tubuh testosteron dalam sekitar 30 mg. per hari.
  5. Jus delima, memberikan antioksidan dan memasok darah ke bagian penis sehingga penis dapat melakukan ereksi.
  6. Muira Puama, merupakan semak berbunga di hutan Amazon yang dikemas menjadi sebuah supplemen dan diyakini mampu meningkatkan libido pad aria.
  7. Tongkat Ali , ramuan Malaysia yang telah berhasil digunakan dalam percobaan dan penelitian reproduksi. Ramuan ini membantu melepaskan sel hormon luteinizing dan menyebabkan reaksi berantai yang meningkatkan kadar testosteron dan blok aksi bahan kimia berbahaya yang menghalangi arteri tersumbat dan aliran darah ke daerah penis.


Sumber:
http://quicklik.com/pria-ini-7-tips-alami-cegah-disfungsi-ereksi/
Isi Spoiler
ilustrasi/istimewa. 


  • Menag: Rekening Haji Atas Nama Menteri Agama, Sesuai Undang-Undang

Pada periode 2004–2012 tercatat setoran awal dana haji mencapai sekitar Rp 52 triliun. Dana tersebut disetorkan melalui rekening Menteri Agama. Meski prosedur tersebut tidak melanggar hukum, namun beberapa kalangan menilai terjadi penyelewengan anggaran. Lantaran hal itu, PPATK sudah melaporkan Menag Suryadharma Ali ke KPK karena adanya transaksi yang mencurigakan. Akankah SDA dipanggil KPK?

    Aroma penyelewengan dana haji lagi-lagi tercium di Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadarma Ali itu disinyalir menggelapkan dana haji untuk periode 2004 – 2012. Penyelewengan dana haji tersebut berawal dari temuan yang menyebutkan setoran awal para jemaah haji masuk ke rekening pribadi. Tidak tanggung-tanggung selama periode tersebut setoran awal yang masuk rekening pribadi itu mencapai kurang lebih Rp 50 triliun.
    
    Hal itu seperti diungkapkan oleh Forum Indonesia untuk Transfaransi Anggran (FITRA). Menurut Koordinator Fitra, Ucok Sky Khadafi, manajemen haji masih jelek dan amburadul. Lantaran itu menurutnya, manajemen telah merugikan jamaahan Haji. Amburadulnya manajemen itu, menurut Ucok berimbas pada kemampuan melayani sebanyak 2.066.872 jamaahan reguler, dan sebanyak 69.962 orang Haji khusus. Anggaran biaya setoran awal yang dikelola sebesar Rp 49,5 triliun untuk jamaahan reguler, dan sebesar Rp 2,7 triliun untuk Haji khusus.
    
    Rincian Daftar Tunggu Jemaahan - Biasa, dari data yang dimiliki Fitra, tahun 2004 - 2012 total setoran biaya penyelenggara Ibadah Haji sebesar Rp.49.503.160.000.000. Di mana sebanyak 433.728 orang, dengan setoran sebesar Rp 20.000.000 juta per orang, maka total setoran awalnya sebesar Rp 8.674.560.000.000. Lalu, sebanyak 1.633.144 orang dengan setoran awal sebesar Rp 25.000.000 juta per orang, maka total dana setoran awalnya sebesar Rp 40.828.600.000.000.
    
    Kemudian, data Daftar Tunggu Jemaahan - Khusus, dari tahun 2008-2012 total setoran biaya penyelenggaraan ibadah Haji sebesar Rp 2.702.146.120.000. Di mana sebanyak 412 orang, membayar US$ 3000 dengan kurs Rp 9.670, sehingga total mencapai Rp 11.952.120.000. Lalu, sebanyak 69.550 orang, membayar US$.4000, dengan dengan kurs Rp 9.670 sehingga menjadi sebesar Rp 2.690.194.000.000. Dengan demikian menurut Ucok, total dana setoran awal dari tahun 2004 sampai 2012 sebesar Rp 52,2 triliun. Dana tersebut pun menurutnya banyak peyimpangan.
    
    Menurut catatan Fitra, ada tiga penyimpangan yang terjadi dari penyetoran dana awal tersebut. Pertama, ada sebanyak 190 jemaahan melakukan setoran awal haji sebesar Rp 25 juta melalui BNI. Tetapi hasil penelusuran atas rekening setoran awal dan pelimpahan setoran lunas ke rekening Menteri Agama di BI, diketahui bahwa BNI hanya melakukan pendebetan rekening setoran awal sebesar Rp 20 juta per jemaahan. Jadi di sini, ada kehilangan uang jemaahan sebesar Rp 950 juta dari Rp 5 juta x 190 jemahaan.
    
    Kedua, dugaan manipulasi data dalam Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) juga bisa terjadi. Misalnya, pada Siskohat Maret 2013 jumlah haji khusus sebanyak 69.195 jemaahan. Sementara itu, data yang diambil dari Siskohat pada bulan April sebanyak 69.189 jemaahan. Dengan demikian, selisih jumlah jamahaan pada Siskohat sebanyak 55 jemahaan, atau dana sebesar US$ 220.000 atau sebesar Rp 2.127.400.000 tidak dapat ditelusuri. Ketiga, data Siskohat pada BPD Kalsel memiliki satu jemaahan khusus dengan nomor porsi 3000111143, namun dari penelusuran dokumen diketahui bahwa BPD Kalsel tidak memiliki rekening setoran awal jemaahan khusus dengan mata uang Dolar.
    
    Sementara itu, hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun mengungkapkan temuan yang sama. Berdasarkan hasil penelusuran PPATK, terdapat penyelewengan dana yang dilakukan pejabat kuasa pengguna anggaran haji Kementerian Agama periode 2004-2012. Temuan itu terlacak melalui aliran dana ke rekening sejumlah pejabat di Kemenag.
    
    Kepala PPATK Muhammad Yusuf, mengungkapkan jumlah dana yang dialihkan ke rekening pribadi itu mencapai miliaran rupiah. Selama penelusuran, KPK melacak 97 rekening yang ditempatkan di 14 provinsi. PPATK memeriksa transaksi dana haji yang dilakukan selang 2004-2012. Dari dana haji sebesar Rp 80 triliun, PPATK menemukan dana bagi hasil atau untung atau bunga sebesar Rp 2,3 triliun. Dana itu juga terlacak dikelola dengan cara yang tak benar. Yusuf mencontohkan, uang setoran calon jemaah haji disimpan di rekening Kementerian Agama yang diletakkan di bank-bank tertentu dalam bentuk deposito. Namun, ungkapnya, tak ada parameter yang jelas untuk memilih bank penyimpanan dana haji.
    
    Gratifikasi. Terkait ramainya pemberitaan penyelewengan dana haji periode 2012-2013 di Jakarta, Senin, (10/2) Irjen Kementerian Agama M Yasin mengakui beberapa pegawai di lingkungan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) diduga menerima dana gratifikasi yang jumlahnya hingga kini masih ditelusuri. Menurut M Yasin jika memang ditemukan bukti-bukti yang cukup maka akan diambil tindakan. Diakuinya, pihaknya telah menemui Ketua PPATK M Yusuf. Dalam pertemuannya dengan PPATK untuk mencari kejelasan penyidikan yang dilakukan KPK seputar kecurigaan penyalahgunaan dana haji. “Ternyata data yang diminta KPK sama dengan data yang sudah diserahkan ke komisi itu,” ujarnya.
    
    Lantaran itu, M Yasin menilai tidak ada hal baru, namun jika KPK melakukan penyidikan, bisa saja dilakukan. Namun menurutnya, ada temuan baru, beberapa nama di lingkungan Ditjen PHU yang menyalahgunakan wewenangnya dan menerima dana gratifikasi. “Mereka berinisial HWH, AR, F, dan FR,” ujarnya tanpa merinci dengan jelas. Ia pun tidak mau menyebutkan jumlah dana yang diterima oleh orang-orang yang menyalahgunakan wewenang itu. “Hal itu bisa ditanyakan kepada Dirjen PHU Anggito Abimanyu,” pintanya.
    
    Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraa Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu ketika dikonfirmasi The Politic, mengatakan belum mengetahui nama-nama yang disebutkan oleh Irjen Kementerian Agama, M. Yasin. “Saya belum tahu, seharusnya ditindaklanjuti, langsung saja pembinaan, membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Selain itu bukan hanya diberitahu kepada media, tetapi juga dilaporkan ke KPK,” ujarnya ketika dihubungi The Politic, Kamis (13/2).
    
    Perihal adanya dugaan korupsi di Kementerian Agama, mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan itu mengatakan belum ada temuan baru seperti apa yang dipaparkan oleh PPATK ketika itu secara global. Lalu, terkait dugaan korupsi dana haji yang mengalir ke rekening atas nama Menteri Agama, Anggito mengatakan, rekening atas nama menteri merupakan rekening jabatan yang sudah diatur oleh Undang-Undang. “Itu rekening jabatan yang sudah diatur Undang-Undang, setoran awal di rekening Menteri Agama lewat bank syariah atau bank konvensional dengan metode syariah, sekarang sudah dibuat dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” ujarnya.
    
    Anggito pun membantah dengan keras adanya tudingan Menteri Agama Suryadarma Ali tersangkut kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agama itu. “Tidak ada Pak Menteri, yang ada di bidang operasional, indikasi korupsinya di situ, di penyelenggaraan, selain itu juga tidak semua orang yang berada di lingkungan Kementerian, ada orang luarnya juga,” ujarnya.
    
    Siap Diperiksa. Sebelumnya memang Suryadarma Ali, membantah setoran awal haji masuk ke rekening pribadinya seperti tudingan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang menyebut rekening haji atas nama dirinya. "Itu fitnah. Mana ada, kata SDA usai Musyawarah Kerja Nasional II PPP di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2). Dia menegaskan, rekening haji atas nama Menteri Agama. Hal itu sudah sesuai dengan perintah Undang-Undang. ”Rekening itu atas nama Menteri Agama. Menteri Agama itu atas perintah Undang-Undang, bukan (atas nama) Suryadharma Ali,” tegasnya.
    
    Lebih lanjut, Suryadharma Ali mengungkapkan dirinya siap mundur dari jabatan bila terbukti melakukan penyelewengan dana haji seperti yang dilaporkan PPATK. Ia bahkan mendesak PPATK untuk menjelaskan kalau ada transaksi mencurigakan di kementeriannya. ”Termasuk PPATK menyebutkan uang haji jumlahnya berapa. Kemudian saya koreksi. Lalu, PPATK bersikeras. Saya bilang kalau hitungan PPATK benar, saya mundur saja dari Menag,” tegasnya.
    
    Suryadharma menegaskan, agar dibuka saja supaya tidak menimbulkan teka-teki. Ia meyakinkan, langkahnya merekrut Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu adalah bukti Kemenag berkomitmen untuk mengelola keuangan lebih baik. Ia juga mengakui kementeriannya sudah berkali-kali mendapat tudingan korupsi di mana ada 49 titik rawan korupsi. Menurutnya, kajian 49 titik rawan korupsi itu merupakan inisiatif Kemenag. ”Kami meminta KPK untuk melihat sistem keuangan haji. Tujuannya agar kami diberikan peringatan dini, bagian mana yang rawan. 49 titik yang direkomendasikan untuk dibenahi, Alhamdulillah sudah dilakukan,” katanya. Sopian. 

***

KPK Didesak Fokus Selidiki Rekening Menteri Agama

    Dari adanya dugaan penyimpangan anggaran di Kementerian Agama, Forum Inodonesia untuk Transfaransi Anggran (FITRA) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil Menteri Agama, Suryadarma Ali. Fitra pun meminta KPK untuk tidak hanya memberikan beberapa rekomendasi ke Kementerian Agama, pasalnya KPK bukanlah lembaga kajian seperti LIPI. “Yang harus lebih difokus KPK terhadap pemanggilan Menteri Agama adalah, tentang pertanyaan publik mengenai rekening dana haji di bank itu memakai nama Menteri Agama bukan atas nama kelembagaan. KPK harus mendorong, nama rekening bukan lagi atas nama Menteri Agama tetapi atas nama kementerian atau lembaga,” ucap Ucok.
    
    Selain itu, KPK diminta untuk menelusuri dana penyelenggaraan haji seperti dana pokok naik haji beserta bunganya yang sangat tidak terbuka dan transparan dalam pengelolaan sehingga patut untuk dipertanyakan pihak KPK. KPK juga mesti menelusurui biaya tinggi dan mahal anggaran untuk operasional penyelenggaran ibadah haji, di mana anggaran ini diperuntukan bagi penyelenggara haji seperti pada tahun 2010 telah menghabiskan anggaran operasional sebesar Rp 358,3 miliar; pada tahun 2011 sebesar Rp 350 miliar, dan pada tahun 2012 sebesar Rp 292,4 miliar.
    
    Pengamat Indonesian Coruption Wacth (ICW) Firdaus Ilyas, menambahkan dugaan korupsi yang dipersoalkan rekening dana haji atas nama Menteri Agama memang tidak menyalahi aturan. Pasalnya memang itu sudah diatur oleh Undang-Undang. “Namun dalam kasus ini yang dipermasalahkan adalah mekanisme transparansinya,” ujar Firdaus saat dihubungi, Selasa (11/2).
    
    Menurut Ilyas, ICW rutin melaporkan ke KPK terkait kasus dana haji di Kementerian Agama. Senada dengan FITRA, ICW meminta KPK jangan hanya memberikan tindakan rekomendasi atau kajian-kajian terhadap sesuatu yang kurang di internal Kementerian Agama kemudian diminta untuk membenahi. “Dalam hal ini KPK seharunya memberikan efek jera dengan dugaan terkait dana haji ini,” ucapnya.
    
    Ilyas menambahkan, dalam dugaan korupsi di Kementerian Agama, ICW setiap tahun terus menganalisa. Untuk kenaikan harga haji atau setoran awal, Firdaus menilai masih wajar. Hal itu dikarenakan mengikuti kenaikan harga seperti penginapan dan lain sebagainya. “Namun yang dicermati adalah ongkos-ongkos yang semestinya tidak diberatkan oleh jamaah. Contohnya ongkos penyelenggaraan acara, kegiatan-kegiatan. Seharusnya itu kan bisa dari dana APBN atau APBD,” imbuhnya.
    
    Menurut Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, KPK masih terus usut dugaan korupsi di Kementerian Agama perihal dana haji, namun statusnya masih penyelidikan terkait penyelenggaraan haji tahun 2012-2013. ”Yang diusut KPK itu penyelenggaraan haji 2012-2013 di Kementerian Agama,” kata Johan saat dihubungi The Politic, Jumat (14/2).
    
    Sementara itu, terkait penyelidikan yang dilakukan Ijren Haji Kemenag, Johan mengatakan masih belum mengetahui penyelidikan yang dilakukan oleh M Yasin. “Belum tahu Pak Irjen menyelidiki di bagian mana,” ujarnya. Namun, dalam penyelidikannya, KPK telah meminta keterangan dari pihak terkait di lingkungan Kementerian Agama. Selain itu menurut Johan, pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa pihak, yaitu Anggota Komisi Agama dari Partai Persatuan Pembangunan Hasrul Azwar dan bekas Anggota Komisi Agama dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini yang kini di Komisi Pemerintahan.
    
Terkait dugaan korupsi yang mengalir ke Menteri Agama, Johan mengatakan belum ada rencana sampai saat ini untuk memanggil Suryadarma Ali sebagai Menteri Agama. “Belum, belum ada,” tegasnya singkat. Sopian.

***

PPP: Tak Ada Aliran Dana Haji Ke Partai

    Kembali berhembusnya penyelewengan dana di Kementerian Agama, tentu berdampak pada elektabilitas PPP apalagi menjelang Pemilu di April 2014 mendatang. Selaku Ketua PPP, Suryadharma Ali tentu tidak luput dari tudingan adanya upaya membiayai partai dana hasil penyelewengan dana di Kementerian Agama. Tidak mengherankan sejumlah politisi PPP yang kini di kursi Dewan Perwakilan Rakyat berupaya membentengi diri dan membantah adanya aliran dana haji ke Partai.
    
    Seperti diungkapkan Ketua DPP PPP bidang Komunikasi dan Media Arwani Thomafi. Menurutnya, isu yang mengaitkan nama Menteri Suryadarma Ali (SDA) sekaligus Ketua Umum PPP itu harus dipahami, bahwa dugaan aliran dana setoran awal jamaah haji ke rekening Menteri Agama bukanklah rekening pribadi melainkan rekening institusi. “Rekening Menteri Agama itu bukan rekening milik SDA. Itu rekening institusi, bukan personal SDA. Dana haji ya untuk kepentingan jamaah haji bukan untuk yang lain, kami dan seluruh kader PPP memahami betul itu,” ujarnya kepada The Politic, Kamis (13/2).
    
    Arwani pun meluruskan jika terjadi isu yang lebih melenceng seperti halnya ada aliran dana haji untuk partai. Menurutnya dana haji bukanlah dana Partai. Untuk membuktikan hal tersebut, Arwani mempersilahkan untuk diaudit. “Tidak ada dana haji atau dana-dana kementerian yang masuk ke partai. Silakan diaudit,” ujarnya.
    
    Lanjut Arwani, Sejak SDA memimpin Kementerian Agama, banyak terobosan yang dilakukan untuk peningkatan pelayanan ibadah haji. Seperti halnya dari tahun ke tahun persentasi jamaah haji yang menempati pemondokan di ring satu semakin banyak. Selain itu, prestasi lainnya seperti waktu delay keberangkatan dan kedatangan pesawat juga terus ditekan. “Komitmen kuat untuk perbaikan pengelolaan keuangan haji juga ditunjukkan oleh SDA dengan mengangkat Anggito Abimanyu sebagai Dirjen Haji. Tokoh yg mumpuni dalam bidang pengelolaan keuangan,” lanjutnya.
    
    Arwani pun mengatakan, untuk peningkatan fungsi pengawasan internal di Kementerian Agama juga ditunjukkan dengan dihadirkannya M Yasin selaku mantan pimpinan KPK sebagai Irjen Kementerian Agama. “Ini semua adalah komitmen SDA untuk memperbaiki kinerja Kemenag,” tuturnya.
    
    Arwani masih belum mengetahui kasus mana yang sedang dilakukan proses hukum oleh KPK. Dia pun mendukung langkah-langkah KPK untuk menelusuri dugaan kasus korupsi yang ada di Kementerian Agama. Selain itu, tambah Arwani, PPP yakin akan bisa menjelaskan kepada konstituen dan masyarakat bahwa proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK adalah bagian dari komitmen PPP dan kader PPP yang saat ini sedang memimpin Kementerian Agama untuk terus melakukan perbaikan kinerja Kementerian Agama.
    
    Lebih lanjut Arwani menambahkan, bahwa adanya pembahasan perihal kabar yang menduga adanya korupsi dana haji di Kementerian Agama ketika PPP Mukernas II di Bandung, sabtu 8 Feberuai 2014. “Memang ada temen-teman kader Partai yang menanyakan, kok kasus ini diangkat persis dilaksanakan hajatan Mukernas di mana salah satu agendanya adalah soal pencapresan,” imbuh Arwani kepada The Politic.
    
    Pengaruhi Elektabilitas. Pengamat Politik Gun Gun Heryanto mengatakan, institusi partai politik memiliki icon partai, apabila icon tersebut dirundung masalah, pasti akan menyumbang citra buruk terhadap institusi partainya. “Icon di sini seperti Ketua Umum, calon presiden, dan lain sebagainya. Jika Icon tersebut sedang dirundung masalah, pasti akan menyumbang sebuah citra buruk untuk institusi partainya. Misalnya MS Kaban yang dicekal, walaupun itu persoalan secara personal, namun berpengaruh terhadap partainya,” ujar Gun Gun saat dihubungi The Politic, Jumat (14/2).
    
    Hal yang sama menurut Gun Gun akan terjadi di PPP. Menurutnya jika SDA ini tidak cepat mengklarifikasi, maka akan sangat berdampak pada elektabilitas partai. “Bisa saja akan terjadi hal yang serupa. Karena kasus korupsi ini akan cepat sekali menjadi rumor, menjadi opini-opini di media masa,” lanjut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayattullah, Jakarta ini.
    
    Gun Gun menambahkan, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh SDA, yaitu pertama, melakukan klarifikasi. Kedua melakukan tindakan hukum. Jika memang terbukti harus kooperatif terhadap hukum, jika itu tidak terbukti harus melakukan langkah-langkah hukum terhadap oknum yang menyebarkan kabar tersebut. “Kemudian yang ketiga harus ada proses internal partai, apa yang harus dilakukan partai jika mengahadapi situasi hal seperti ini,” imbuhnya. Menilai pengaruh terhadap elektabilitas partai, Gun Gun mengatakan, semua telah mengetahui elektabilitas PPP. Hal ini pasti berpengaruh apalagi PPP sepertinya tidak melakukan apa-apa untuk mendongkrak elektabilitas partainya. Sopian.
Sumber:
Tabloid The Politic Edisi 8 Tahun III
Jusuf Wangkar/foto:istimewa. 

Jusuf Gunawan Wangkar, Mantan Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi


    Sebelum menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Jusuf Gunawan Wangkar merupakan pengusaha yang dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tentara. Bersama adiknya Kasan Gunawan, Jusuf menjalankan perusahaan PT Jangkar Nusantara Mega yang memproduksi ransum tentara. 
    
    Dari data yang dikumpulkan The Politic, di perusahaannya pria kelahiran Surabaya 6 Maret 1962 itu menggandeng Laksamana (purn) Widodo A.S sebagai komisaris, lalu Widodo diangkat menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan sejak 21 Oktober 2004 – 22 Oktober 2009. Kedekatan Jusuf Wangkar dengan tentara inilah membuat perusahaan Jusuf menjadi pemasok kebutuhan militer. 
    
    Ketika TNI menerjunkan kontingen Garuda di bawah bendera PBB ke Bosnia, Jusuf bersama PT Jangkar Nusantara Mega ikut serta untuk memasok keperluan tentara di sana, yakni  makanan untuk personel Garuda. Ketika di Bosnia, Komandan Pasukan Garuda ketika itu adalah SBY, yang masih menyandang bintang satu, Brigadir Jenderal. SBY dan Jusuf terus bersama-sama hingga kemudian SBY menjadi Presiden. Dengan dalih sebagai pemasok ransum, Jusuf Wangkar diangkat menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi. Jusuf Wangkar juga banyak membantu program Indonesia Pintar, yang digagas oleh Ibu Ani Yudhoyono.
    
    Sibuk di Surabaya. Jusuf Wangkar menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi sejak 2009. Namun pada Mei 2013, secara tiba-tiba karib SBY ini mengundurkan diri. Pada saat itu Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha menyebut pengunduran diri tersebut karena alasan kesehatan. Namun Seskab (Sekretaris Kabinet) Dipo Alam mengatakan Jusuf ingin meneruskan dan fokus ke bisnisnya, PT Jangkar Nusantara Mega. Meski begitu kabar beredar pengunduran diri Jusuf Wangkar merupakan desakan Presiden SBY. Hal itu dikarenakan SBY sudah mendapatkan informasi jejak Jusuf dalam beberapa dugaan kasus korupsi mulai terkuak, antara lain dugaan korupsi Bulog.
    

    Selasa (11/02) The Politic mendatangi cabang PT Jangkar Nusantara Mega di Jalan Cempaka Putih Tengah XVII/9 Jakarta yang terletak di kawasan perumahan. Aktivitas kantor tak begitu terlihat sibuk dari luar. Hanya ada berapa kendaraan bermotor seperti matic, bebek, dan motor besar. Menurut penjaga yang enggan disebutkan namanya, Jusuf Wangkar belum pernah ke kantor cabang yang berada di Jl Cempaka Putih Tengah itu. “Nggak pernah, kantornya kan di Surabaya (Jl Kelud 15, Driyorejo, Surabaya, Jawa Timur) itu pusatnya di sana. Jarang ke sini,” ujar pria lanjut usia ini.             

Begitu pula keberadaan Kasan, adik Jusuf Wangkar, menurut penjaga itu ikut mengurus perusahaan di kantor pusat. Hingga berita ini diturunkan, Jusuf Wangkar belum menanggapi surat pertanyaan yang dilayangkan The Politic  terkait kabar korupsi Bulog yang diduga melibatkan dirinya. Sopian. 


Sumber:
Tabloid The Politic Edisi 8 Tahun III