terima kasih sudah mengunjungi

Tridianto, Ketua DPC Domokrat Cilacap - Saksi Meringankan Anas: Habiskan Duit Rp 700 Juta untuk Dukung Pemenangan Anas


Foto: Indopos.co.id



Di tengah kasus suap Wisma Atlet yang semakin memanas, tiba-tiba muncul nama Tridianto. Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap yang memiliki kedekatan dengan Anas Urbaningrum maupun M.Nazaruddin ini sepertinya sengaja dihadirkan untuk membela Anas. Siapa sosok Tridianto sebenarnya?

Kemuculan Tridianto di salah televisi swasta Senin (12/3) malam yang mengaku datang ke Jakarta demi kebenaran dan mengutamakan kepentingan partai disinyalir adalah saksi yang sengaja dihadirkan kubu Anas dan Partai Demokrat. Setelah tampil di beberapa stasiun televisi swasta, Senin (19/3) Tridianto kembali ke Jakarta. Kehadiran Tridianto ke Jakarta kali ini mengisyaratkan dirinya akan digunakan kubu Anas dan Partai Demokrat. Hari itu Tim Ahli Anas Urbaningrum, Adi Ferdia dalam jumpa persnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan Tridianto untuk memberikan keterangan pada media guna meluruskan hal-hal yang tidak benar sehingga masyarakat tahu apa yang terjadi di Grup Permai.

Pada kesempatan itu, Tridianto mengatakan kenal dengan Nazaruddin saat Kongres II Partai Demokrat, sekitar tahun 2010. Dirinya pun mengaku satu tahun lebih ia di Tower Permai bukan sebagai staf tapi sebagai teman Nazar yang dipercaya mengawasi proyek batubara. Ia pun mengakui memiliki ruangan di Lantai 4 gedung itu. Namun belakangan beredar kabar Tridianto adalah pengusaha jamu yang tersandung kasus jamu illegal dan kasusnya sudah sampai ke Mabes Polri. Nah karena ingin dibantu  agar ia bebas dari jeratan hukum, maka Tridianto mendekati  Nazaruddin. Itulah awal perkenalam Tridianto dengan Nazaruddin. Tak hanya itu, Tridianto pun menjadi penggerak para ketua DPC di Jawa Tengah untuk memenangkan Anas.

 Nah guna mengetahui lebih dalam siapa sosok Tridianto, The Politic mendatangi kediaman Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap yang juga mantan pengusaha jamu ilegal yang sempat ramai diberitakan beberapa waktu lalu.

Penjual Jamu Keliling. 
Pria yang bernama lengkap Tridianto Mardi Santoso ini lahir di Cilacap 34 tahun lalu. Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini tinggal di salah satu dusun yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tepatnya di Dusun Kebayeman Kidul, RT 08 RW III, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kakak pertama Tri, begitu ia disapa, diketahui bernama Budi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Gentasari, sedangkan adiknya bernama Heri, dan Leli.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Tridianto sudah ikut orangtuanya berjualan jamu keliling desa. Sebelum tinggal di desa itu Tridianto ikut dengan ayah tirinya tinggal di Aceh. Menurut warga sekitar, jamu bubuk yang dijual Tridianto rasanya sangat pahit. “Jamu yang dijualnya pahit banget, tapi manjur makanya laku,” ujar istri ketua RT 08 yang enggan disebutkan namanya di mana Tridianto tinggal saat itu.

Mengetahui bagusnya pasar jamu bubuk yang dijajakannya keliling desa, Tridianto mencoba peruntungannya di dunia bisnis jamu dengan menjadi distributor jamu. Dia mengambil jamu dari orang lain dan dijual kembali dengan harga grosir. Nah dari pengalaman dan keuntungan menjual jamu keliling dan menjadi distributor jamu, akhirnya Tridianto mampu membangun usaha  jamu sendiri. Ia pun meracik jamu yang diproduksi secara rumahan itu (home industry –red).

Masa kecil yang dilalui dengan berjualan membuat Tridianto jarang bergaul dengan anak muda seumurnya. Menurut Tukiman, ketua RT 09 di mana Tridianto saat ini tinggal, ketika remaja Tridianto jarang bergaul dengan anak muda lainnya. “Dia bergaul dengan orang-orang yang dia pilih saja,” jelasnya.

Kaya Mendadak.
Sejak menjadi pengusaha jamu kehidupan Tridianto pun mulai berubah. Bahkan warga menyebutnya sebagai juragan jamu Desa Gentasari. Dari pantauan The Politic, Tridianto diketahui memiliki beberapa unit rumah megah dengan tanah yang luas jika dibandingkan dengan rumah-rumah warga sekitar. Setidaknya ada empat rumah yang disinyalir milik pengusaha jamu itu. Selain itu Tridianto juga memiliki tujuh unit mobil mewah dan satu unit bus yang digunakan untuk mengatar kader Demokrat.

Rumah pertama Tridianto terletak di Dusun Kebayeman Kidul, RT 09 RW III, Desa Gentasari, Kec. Kroya, Cilacap, Jateng. Rumah ini sudah beridiri sejak Tridianto masih belum menikah. Tepat di samping rumah itu beridiri sebuah mushola yang didirikan Tridianto yang berjejer dengan rumah orangtua dan kakaknya. Dari pantauan The Politic, rumah pertama Tridianto tersebut terlihat tidak terurus. Rumput-rumput teki yang berada di halamannya yang luas mulai mengering dan tidak terurus. Menurut warga sekitar rumah milik Tridianto saat ini sudah tidak ditinggali. “Rumah itu memang kosong, sekarang Pak Tri sering berada di rumah barunya yang ada di belakang sana yang dijaga sama satpam. Rumah ini cuma ditempati kalau ada rapat partai saja,” ujar warga sekitar.

Dari informasi warga sekitar, benar saja rumah baru Tridianto terletak tidak jauh dari rumah lamanya. Jika rumah pertama berada di RT 08, rumah baru Tridianto berada di RT 09 Desa Gentasari. Setibanya di rumah tersebut, nuansa megah sangat terlihat mencolok. Rumah yang bergaya arsitekstur Timur Tengah itu ditopang pilar-pilar di bagian teras dan samping rumah. Di bagian depan rumah terdapat taman kecil dan area parkir yang bisa menampung 3-4 mobil begitu juga di bagian samping kanan rumah yang memiliki jalan tembus menuju pabrik jamu milik Tridianto. Bagian samping kanan belakang sebelum menuju areal pabrik, terdapat pintu dan terparkir sebuah mobil kijang Innova hitam berplat merah bernopol R 14 T milik istri pertama Tridianto, Tun Paskorina yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Cilacap. Maklum sebagai pengusaha jamu sukses Tridianto diketahui memiliki tiga orang istri.

Rumah yang didominasi warna putih ini tampak seperti istana karena dibentengi tembok setinggi tiga meter lengkap dengan pos satpam di bagian kiri gerbang masuk, yang dicat warna hitam dengan hiasan unta emas seperti merek jamu yang dijualnya. Saat The Politic hendak menemui istri pertama Tridianto security rumah tersebut menghadang dan mengatakan istri majikannya enggan diwawancarai, sedangkan Tridianto berangkat ke Jakarta sejak hari Minggu bersama Mami, istri ketiganya. “Ibu tidak mau diwawancara dan Bapak sedang ada ke Jakarta, dari hari Minggu pake mobil pribadi, Honda Jazz,” tuturnya. Selain kedua rumah tersebut, Tridianto juga memiliki dua unit rumah di Bendungan, Kecamatan Kebasen, Cilacap-Jateng yang ditinggali istri kedua dan Desa Pucung Kidul, Kecamatan Kroya, Cilacap-Jateng  yang ditinggali istri ketiganya.

Mobil Mewah.
Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat di Cilacap, Bambang Jarwono, yang mengaku teman dekat Tridianto mengatakan, Ketua DPC Demokrat itu memiliki tujuh unit mobil mewah dan satu bus. “Mobilnya Tridianto macem-macem, ada BMW, Mercedes, Hammer, Toyota Alphard, Toyota Fortuner, Kijang Innova, Honda Jazz, dan satu bus. Yang dia tidak suka itu mobil Volvo,” ujarnya mantap.

Selain memiliki banyak rumah dan mobil mewah, Tridianto juga kerap mengadakan pesta dan mengundang warga setempat. Misal saja pada peresmian rumah kedua Tridianto mennggelar pementasan wayang kulit dan warga diajak makan sepuasnya. Hal serupa kembali diulangnya saat Budi, Kakak Tridianto terpilih menjadi Kades.

Bangkrut. 
Tepat di belakang rumah Tridianto terdapat pabrik jamu miliknya. Namun saat ini pabrik yang dikenal dengan  merek Bintang Matahari itu sudah tidak aktif. Menurut pengakuan warga sekitar pertengahan tahun 2010 pabrik tersebut dirazia polisi dan pabrik jamu itu dipaksa untuk dikosongkan.

 Sudah dua kali perusahaan milik Tridianto digrebek polisi karena Tridianto melakukan praktek pembuatan jamu ilegal dan jamu yang diproduksinya terbukti oleh BPOM mengandung bahan kimia seperti jamu untuk flu tulang, asam urat, dan pegal linu. Menariknya salah satu kemasan jamu merek Segitiga Mas yang diproduksinya memiliki warna dan logonya mirip dengan lambang Partai Demokrat. Bahkan tahun 2004 lalu Tridianto sempat mendekam di penjara selama tiga bulan karena kasus jamu ilegal yang banyak dijual ke Sumatera dan Kalimantan itu. “Waktu itu lebih pada persaingan politik, karena hanya saya pengusaha yang jadi kader Partai Demokrat di sana. Dan tekanan partai yang berkuasa saat itu sangat kuat,” kilah Tridianto.

Tukiman, membenarkan jika bangunan berwarna kuning di belakang rumah Tridianto adalah bekas pabrik jamu milik Tridianto. “Iya itu pabriknya, tapi sudah tutup. Sudah lama, ada setahunanlah,” tutur Ketua TR 09 itu. Hal itu pun dibenarkan pula oleh warga yang rumahnya tepat di depan pabrik jamu milik Tridianto tersebut. “Ini pabriknya Pak Tri, sudah kosong,” ujar beberapa orang warga.

SMP, SMU Penyetaraan.
Kesibukan Tridianto jualan jamu sejak usia muda membuat Tridianto hanya mengantongi ijazah SD. Namun lantaran kepentingan berpolitik, ia mengambil jalur sekolah penyetaraan SMP dan SMU dan baru lulus 2011 lalu. “Iya ia ambil paket penyetaraan di daerah Sumpyuk, Banyumas. Nggak masalahkan, banyak orang yang ijazahnya penyetaraan tapi ilmunya tidak kalah dengan yang regular. Lulus SMA penyetaraannya kemarin-kemarin, tahun 2011-an,” ujar Bambang Jarwono, teman dekat sekaligus Ketua Bapilu DPC PD Cilacap.

Sebelum menyelesaikan masa pendidikannya, Tridianto sudah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap. Tridianto mengawali karier di Partai Demokrat sebagai simpatisan. Namun karena ketertariakannya terjun ke dunia politik dan figur SBY, Tridianto mengajukan dirinya menjadi Ketua Tim Sukses pada tahun 2004, saat itu SBY berdampingan dengan Jusuf Kalla alias JK. “Beliau datang dari simpatisan. Tapi karena memang dia tertarik dengan figur SBY, program-program SBY, sehingga beliau terjun ke bidang itu,” aku Bambang.

Setelah menjadi Ketua Tim Sukses dan SBY menjadi Presiden, nama Tridianto mulai dikenal di kalangan Partai Demokrat Cilacap. Setelah namanya dikenal itu, pada Musyawarah Cabang pertama pada 2005 di Cilacap Tridianto mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPC, dan Tridianto memenangkan pemilihan pada Juni 2005. Menurut Bambang, selain sebagai Ketua DPC Demokrat Cilacap, Tridianto juga terpilih sebagai  Ketua Bidang Dana dan Usaha di DPP Demokrat Pusat (Jakarta –red).

Kenal Anas Duluan.
Sekitar tahun 2009, Tridianto mengaku baru menganal Anas Urbaningrum. Perkenalan itu terjadi ketika SBY datang ke Cilacap. Sebagai Ketua DPC, Tridianto selalu mendampingi SBY saat itulah ia diperkenalkan dengan Anas.  “Saya kenal Anas sejak tiga tahun lalu, karena waktu Pak SBY datang ke Cilacap dan di situ pasti ada Mas Anas dan saya kenal beliau dari situ,” jawab Tridianto yang dihubungi The Politic. Sedangkan perkenalannya dengan Nazaruddin, diakuinya baru pada tahun 2010. Pernyataan Tridianto saat berbincang dengan The Politic rupanya berbeda saat ia berbicara saat konferensi pers di Warung Daun Senin (19/3) di mana ia mengatakan mengenal Anas saat Kongres II Partai Demokrat, sekitar tahun 2010.

Sejak perkenalan itu pula, Tridianto mulai dekat dengan Anas. Bahkan menurut Bambang, Tridianto menghabiskan uang sekitar Rp 700 juta untuk biaya pertemuan, akomodasi, transportasi selama enam bulan sebelum masa pemilihan Ketua Umum Demokrat. Maklum sebagai Ketua DPC Demokrat, Tridianto juga ditugasi Anas membina kader-kader Demokrat di 22 kabupaten di Jawa Tengah. “Iya Mas saya keluar uang sendiri untuk bantu pemenangan Anas,” katanya pada The Politic.

Tangani Proyek Nazar. 
Semenjak menduduki jabatan sebagai Ketua DPC Demokrat Cilacap dan Ketua Bidang Dana dan Usaha di DPP Demokrat, Tridianto lebih sering  ke Jakarta. Menurut Bambang, karena itulah Tridianto memiliki satu unit apartemen di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Selain itu pun, Tridianto pernah dipercaya oleh Nazaruddin untuk memimpin sebuah perusahaan batubara miliknya. Tridianto pun diberikan sebuah ruangan yang diberikan Nazar di gedung PT Permai Grup. “Kalau di Permai Grup yang jelas beliau itu punya satu ruangan,” tutur Bambang.

Seperti diketahui Nazar adalah salah satu pebisnis ulung yang banyak mengangkat orang untuk memegang suatu proyek atau menjadi direktur di salah satu perusahannya. Menurut Kamaruddin, Tridianto adalah nama yang digunakan Nazar untuk menduduki posisi Direktur PT Mahkota yang menangani proyek batubara Nazar bersama Daniel Sinambela, suami Joy Tobing.  Hal itu pun dibenarkan Tridianto bahwa ia diminta mengurus proyek batubara milik Nazar. “Saya diminta Nazar mengurus proyek batubara Nazar. Dalam prpyek itu saya dijanjikan akan mendapatkan fee 15%, tapi sampai hari ini saya nggak dapat apa-apa,” terangnya.

Wajar sepertinya Trdianto tak juga mendapatkan fee yang dijanjikan. Pasalnya saat perusahaan jamu Tridianto kembali bermasalah dan digrebek polisi dengan sigap Nazar mengubah akta perusahaan  PT Mahkota Negara per tanggal 19 Agustus 2010 dari nama Tridianto MS menjadi Marisi Matondang selaku Dirut PT Mahkota Negara. Sopan, D. Ramdani, Herman
***


Tiga Istri Tridianto Diberikan Rumah dan Mobil
·       Tinggal dengan Istri Pertama dan Bawa Istri Ketiga Jika Keluar Kota 

Selain menjadi pengusaha jamu yang sukses dan Ketua DPC Demokrat, Cilacap-  Jawa Tengah, Tridianto juga memiliki tiga orang istri. Masing-masing istri pun diberikan rumah dan mobil mewah. Nah bagaimana kehidupan istri-istri Tridianto?

Wanita pertama yang dipersunting Tridianto 13 tahun lalu diketahui bernama  Tun Paskorina. Wanita yang telah memberikan dua anak pada Tridianto itu saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Cilacap, Jawa Tengah. Anak pertama Tridianto bernama Sekar  duduk dibangku kelas tujuh SMPN 1 Kroya, Cilacap sedangkan adiknya bernama Wanda , masih duduk di kelas empat SDN 5 Gentasari, Cilacap.

Istri pertama Tri diberikan sebuah rumah yang terletak di Dusun Kebayeman Kidul, RT 08 RW III, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Rumah megah bergaya Timur Tengah itu tampak megah, kontras dengan rumah lain di kawasan tersebut. Tepat di belakang rumah itu terdapat pabrik jamu milik Tridianto yang saat ini sudah tidak aktif lagi.

Menurut Bambang, teman dekat Tridianto, istri kedua yang dinikahi Tridianto bernama Helen empat tahun lalu. Helen tinggal di Bendungan, Kecamatan Kebasen, Cilacap, Jawa tengah. Dari istri keduanya Tridianto dikaruniai dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Anak perempuannya bernama Siska yang sekarang duduk di kelas satu Sekolah Dasar. Anak laki-lakinya bernama Rafi yang masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dari pantauan The Politic, kediaman istri kedua Tridianto tidak semegah istri pertama. Rumah yang ditempatinya tidak begitu besar dan didominasi warna kuning. Di depan rumah istri keduanya, dibangun sebuah warung kecil yang menjadi usaha sampingan Helen. Sayang saat akan diwawancarai wanita yang tengah menunggui warungnya tersebut enggan berkomentar.

Memiliki dua istri dirasa masih belum cukup bagi Tridianto. Setahun lalu Tridianto kembali mempersunting wanita bernama Mami. Istri ketiganya tinggal di Desa Pucung Kidul, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Meski baru menikah tahun lalu namun rumah istri ketiga yang diberikan Tridianto cukup mentereng dan bergaya modern. Rumah yang didominasi warna hitam dan merah itu terlihat lebih wah dari rumah-rumah lainnya. Rumah itu pun tampak asri dengan ditanamnya beberapa pohon pakis di depan rumah. Dari istri ketiganya ini Tridianto belum dikarunia momongan.

Menurut Bambang, Tridianto lebih banyak tinggal di rumah istri pertamanya. Namun jika pergi ke luar kota ia lebih sering mengajak ketiganya keduanya. Seperti yang ia lakukan ke Jakarta belum lama ini.

Dari pantauan The Politic, di ketiga rumah yang ditinggali istri-istri Tridianto dan satu rumah milik Tridianto yang dikosongkan sama sama memiliki halaman luas yang bisa digunakan sebagai area parkir. Menurut Bambang, selain diberikan rumah ketiga istri Tridianto juga diberikan mobil mewah. “Iya, istri pertama dikasih Innova, istri kedua Innova, istri ketiga Honda Jazz. Tapi belum lama ini istri pertama pakai Alphard,” ujar Bambang.

Memiliki tiga orang istri juga diketahui oleh warga sekitar. Tak heran nama Tri kerap menjadi guyonan warga sekitar. “Namanya juga Tri, artinya tiga. Jadi istrinya tiga,” ujar beberapa warga sambil tertawa yang ditemui The Politic di sekitar rumah Tridianto. Sopan

sumber: Tabloid The Politic Edisi 12

Related

The Politic 3809964600277930805

Post a Comment

  1. SAMPAH ... KAWIn doank + korupsi bisanya

    ReplyDelete
  2. HEBAT LICIN LICIK DEMI UANG.

    ReplyDelete
  3. hah sebelas duabelas

    ReplyDelete
  4. wah hebat bener ne orang ijazah SD bisa makmur.

    ReplyDelete

emo-but-icon

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Cuap-Cuap, Gan.

Nampang

item
Themes Blog