terima kasih sudah mengunjungi

Luthfi Hasan, Mantan Presiden PKS | Simpan Uang Miliaran di Karung

    Foto: Istimewa. 
  • Punya Rumah Seharga Puluhan Miliar



Kasus suap impor daging sapi yang menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq telah menjadi catatan sejarah. Pasalnya Lutfi adalah ketua umum partai pertama yang dibekuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (30/1) malam. Lutfi dikabarkan memiliki kekayaan yang berlipat setelah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rayat (DPR RI). Bahkan Lutfi yang dikabarkan memiliki tiga istri  ini juga memiliki tiga rumah berbeda yang harganya mencapai miliaran. Tak hanya itu Luthfi juga disebut-sebut simpan uang cash di rumahnya yang nilainya juga besar. Benarkah?

Sekali tebar jaring, lebih dari satu ikan tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (29/1) tengah malam. Johan Budi, Juru Bicara KPK mengungkapkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) berasal dari informasi masyarakat akan ada serah terima uang yang berkaitan dengan proses impor daging sapi. Dari informasi tersebut, KPK membuntuti Ahmad Fathanah (AF), staf khusus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq. Sebelumnya, tim memperoleh informasi adanya serah terima uang yang dilakukan di Kantor PT Indoguna Utama (PT IU). Di kantor tersebut (PT IU), Juard Effendi (JE) dan Arya Abdi Effendi (AAE) menyerahkan uang kepada Ahmad Fathanah.

Kemudian Ahmad Fathanah meluncur ke hotel Le Meridien di Jakarta. Sementara itu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi meninggalkan kantor (PT IU). Lalu, lanjut Johan, informasi yang diterima oleh KPK, Ahmad Fathanah akan bertemu dengan seseorang di hotel yang ditujunya. Setelah dipastikan uang berada di tangan Ahmad Fathanah, pukul 20.20 WIB KPK melakukan penangkapan di hotel tersebut. Penangkapan dilakukan ketika Ahmad Fathanah keluar dari hotel. Ketika KPK melakukan penangkapan malam itu, Ahmad Fathanah ternyata sedang bersama seorang perempuan muda bernama Maharani (M). Diketahui Maharani bernama lengkap Maharani Suciono (19 tahun), Mahasiswi Komunikasi Universitas Moestopo, Jakarta.

Setelah Ahmad Fathanah dibekuk oleh KPK bersama Maharani, pukul 22.30 WIB KPK kemudian menangkap Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di kediaman Arya Abdi Effendi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Selanjutnya, bersama sopir Ahmad Fathanah, keempatnya dibawa KPK untuk diperiksa maraton di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Pusat. Selain itu, KPK akhirnya menemukan uang senilai Rp 1 miliar terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebagai komitmen kuota impor daging sapi yang dimasukkan ke dalam tas kresek hitam yang ditemukan pada mobil Ahmad Fathanah. Selain ditemukannya uang di dalam tas kresek hitam tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah buku tabungan dan beberapa berkas serta dokumen.

Dari hasil gelar perkara, KPK menyimpulkan bahwasanya telah menemukan dua alat bukti yang cukup berkaitan dengan dugaan tindak pidana penyuapan yang dilakukan oleh Juard Effendi (Direktur Utama PT IU) dan Arya Abdi Effendi selaku pemberi terhadap Ahmad Fathanah sebagai penerima. Selain itu, KPK menemukan dua bukti yang cukup bisa dikaitkan dengan salah satu anggota DPR berinisial LHI alias Lutfi Hasan Ishaaq anggota DPR Komisi Pertahanan (Komisi I) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang juga Presiden Partai Keadilan Sejaktera (PKS).

Penangkapan Lutfi Hasan Ishaaq dilakukan oleh KPK pada Rabu (30/1) malam pukul 23.30 WIB di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dari informasi yang didapat, Lutfi dijemput oleh penyidik KPK yang berjumlah delapan orang. Saat dijemput penyidik KPK, Luthfi yang mengenakan kemeja putih dimasukkan ke dalam mobil Kijang Innova hitam bernopol B 1031 UFS.
Penjemputan yang dilakukan oleh penyidik KPK di kantor DPP PKS dilakukan saat jajaran kader PKS melakukan rapat pleno yang pada waktu itu dihadiri oleh Lutfi. Rapat pleno yang digelar malam itu beragenda mengenai pemenangan Pemilu. Setelah mendengar ditetapkannya Lutfi sebagai tersangka dalam kasus suap impor daging sapi, rapat pleno pun sempat dihentikan. Rapat pun langsung berganti agenda dengan membicarakan mengenai kasus impor daging sapi.

Malam itu peserta rapat memutuskan untuk mengakhiri rapat pleno sementara. Ruang rapat yang berawal di Lantai I kemudian dipindahkan ke Lantai II DPP PKS. Ruang di lantai I lalu digunakan untuk melakukan jumpa pers. Pasca-jumpa pers, Lutfi langsung beranjak dan kembali ke Lantai II. Hanya sekitar lima menit, ternyata penyidik KPK telah menunggu di Kantor DPP PKS.

Dari informasi yang didapat, dalam buku tamu DPP PKS, rombongan penyidik menuliskan mereka dari KPK. Setelah itu langsung masuk dan naik ke Lantai Dua kantor PKS melalui lift. Menurut informasi, Lutfi dibawa dari kantor DPP PKS malam itu oleh penyidik yang akan meminta keterangan terkait kasus suap pengadaan daging sapi impor.

Sebelum Lutfi dibawa oleh penyidik KPK dari DPP PKS Rabu malam itu, di  ruang lantai I Luthfi bersama jajaran petinggi PKS langsung menggelar jumpa pers tanpa membuka sesi tanya jawab dengan wartawan. Dalam jumpa pers, Luthfi menjelaskan tentang rasa terkejutnya atas status tersangka yang diumumkan KPK. Sadar dengan KPK yang telah menunggunya, Luthfi menitipkan pesan untuk seluruh kader PKS tetap bisa menahan diri dan terus berdoa, menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT, dan terus berjuang untuk negara agar bebas dari korupsi.

Kini Luthfi, Ahmad Fathanah, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi telah ditahan KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Luthfi pun telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PKS dan anggota Komisi 1 DPR. Sumber The Politic mengabarkan praktik suap untuk mendapatkan izin pengeluaran daging impor dari Balai Karantina Kementan ini sebenarnya sangat besar nilainya, sekitar Rp 500 miliar. Besarnya uang suap tersebut lantaran uang upeti yang ditetapkan oleh oknum elit PKS kepada importir daging terus naik. Kuotanya mencapai 10-15 ribu/kg, sedangkan biaya siluman pengeluaran daging dari Balai Karantina Kementan dari Rp 2.000/kg dinaikkan PKS menjadi Rp 5.000/kg. Kasus ini pun berdampak pada harga daging di pasaran yang melonjak dari sekitar Rp 35.000/kg, menjadi Rp 70-100 ribu/kg.

Menteri Pertanian Suswono yang juga politisi PKS diduga ikut andil dalam praktik suap ini. Jumat (1/2) siang Menteri Pertanian Suswono menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kisruh yang akhirnya membawa nama kementerian yang ia pimpin. Suswono beserta jajarannya menjelaskan informasi yang selama ini tidak terungkap ke publik terkait kasus suap daging sapi impor yang baru-baru ini menjadi target KPK. Dalam konferensi pers tersebut, ia menjelaskan bagaimana proses penetapan importir daging sapi hingga penetapan kuota daging sapi impor.  Menurut Suswono bahwa izin impor daging sapi diterbitkan oleh Menteri Perdagangan berupa Surat Persetujuan Impor (SPI) berdasarkan rekomendasi Menteri Pertanian dalam bentuk Rekomendasi Persetujuan Pemasukan (RPP) yang tertuang dalam UU No. 18 tahun 2009 pasal 59 ayat 1 dan Permentan No. 50 tahun 2011 pasal 2 ayat 1 dan 2.

Terhitung sejak tahun 2012 untuk alokasi impor daging sapi nasional ditetapkan melalui analisis supply demand pada Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) tingkat menteri di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Terkait dengan penetapan alokasi impor daging sapi nasional pada tahun 2012 yang dilaksanakan pada 14 Desember 2011, telah menyepakati sebesar 85 ribu ton terdiri atas sapi bakalan setara 283 ribu ton dan daging sapi 34 ribu ton.

Sementara itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro, pada tahun 2012 jumlah importir yang mendapat alokasi impor daging sapi ada 54 importir, sedangkan di 2013, jumlah importir yang mendapatkan alokasi impor daging meningkat sebanyak 67 importir. sedangkan untuk PT Indoguna Utama mendapatkan jatah kuota impor daging untuk industri sebanyak 15% dari total kuota daging impor untuk industri dan 3% dari total importir daging untuk Hotel, Restoran, dan Katering (HoReKa).

Mustahil. 
Di dalam konferensi persnya, Menteri Pertanian Suswono menyatakan bahwa penetapan untuk kuota impor daging sapi dilakukan sangat terbuka. Sehingga menurut Menteri yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, mustahil apabila sampai ada suap-menyuap untuk mendapatkan kuota daging impor. Karena penetapan alokasi impor daging sapi telah melalui mekanisme tiga Kementerian yaitu Kemendag, Kementan, Kemenperin dan di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian.

Menurut Suswono, mekanisme ini dilakukan dengan sangat terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi. "Penetapan impor daging sapi itu ada rumus-rumusnya, antara perusahaan dengan perusahaan lainnya masing-masing tahu rumusnya, jadi antarperusahaan masing-masing tahu skornya berapa, dan skor itu yang menentukan perusahaan tersebut dapat jatah impor berapa," jelas Suswono. "Jadi karena saling tahu, tidak perlu sampai suap-menyuap. Sekali lagi ini sangat terbuka, ada verifikasinya," tambah Suswono.

Kemudian setelah langkah-langkah tersebut sudah disepakati, menurut Suswono barulah masuk kepada metode yang dilakukan terkait pembagian dan penetapan alokasi per importir dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Di antaranya adalah kemampuan merealisasikan pemasukan, kemudian melihat daya tampung gudang per semester didasarkan pada kapasitas Instalasi Karantina Hewan Sementara (IHKS), dan yang jauh lebih penting adalah ketaatan dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya dilakukan perhitungan dengan rumusan tertentu untuk memperoleh angka masing-masing importir.

Menteri Pertanian Suswono bersama Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menjelaskan bahwa sejak 22 Januari 2013 pihaknya sudah melayangkan surat edaran ke Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di mana substansi dari surat itu adalah memastikan bahwa tidak akan ada penambahan kuota impor daging beku dan sapi bakalan setara 80.000 ton untuk tahun ini.

Siap Diperiksa KPK.  
Berkait dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus suap sapi, Suswono mengaku dirinya siap  diperiksa. “Saya siap diperiksa KPK,” kata Suswono. Ia juga mengatakan akan terbuka dengan KPK dan meminta seluruh bawahannya di Kementerian Pertanian untuk memberikan semua data atau dokumen yang diminta penyidik KPK.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan tentang adanya komunikasi antara LHI dan  dirinya selang waktu beberapa jam sebelum penangkapan LHI, Suswono mengatakan pada saat itu ia sedang rapat dengan jajarannya mulai dari pukul 15.00 WIB sore sampai 23.00 WIB, jadi ia tidak mengetahui perihal tentang penangkapan sang Presiden PKS tersebut. Ditambahkan oleh Suswono, kalau masalah komunikasi dengan LHI, Menteri dari partai berlambang bulan sabit kembar tersebut mengatakan lupa, karena pada saat itu sedang memimpin rapat bersama jajarannya. ”Mungkin-mungkin saja saya berkomunikasi, saya lupa, tidak ingat, tapi saya rasa sebagai Presiden Partai saya sering berkomunikasi, namun saya tidak bicara tentang impor daging sapi,” kata Suswono.

Ideologi Perempuan dan Uang.
Siti Zuhro, Peneliti LIPI angkat bicara. Menurut hasil penelitiannya, sampai hari ini partai-partai di Indonesia tidak cukup menggembirakan. Selain itu tidak mencerminkan perilaku yang baik kepada rakyat. “Sejak Indonesia kita merdeka tidak ada perkembanganan, stagnan,” cetusnya di Jakarta, Senin (4/2).

Menurut Siti Zuhro, semua partai memiliki idiologi yang sama, yaitu perempuan dan uang. “Perempuan dan suka duit. Hal tersebut merupakan pola hedonis yang memang sudah merasuk politisi. Semakin tinggi pendapatannya, hedonis pun semakin tinggi,” ungkap Siti Zuhro. Pola-pola hedonis seperti itu menurut Siti Zuhro yang melukai masyarakat. Hari ini menurutnya, kesederhanan adalah yang diperlukan.

Zuhro mengingatkan,cuaca politik yang sedang dialami oleh Indonesia, sedang keruh.  dengan begitu dikhawatirkan, ada klimaks golongan putih (golput) nasional. “Karena tidak ada kepercayaan lagi kepada partai. Padahal PKS ini sudah dipandang sebagai putih. Politik uang hanya mampu diputus  dengan menegakkan hukum,” jelas Siti Zuhro

Simpan Uang di Karung
Cuaca pada Rabu (6/2) siang mendung seperti apa yang tengah dialami oleh keluarga Lutfi Hasan Ishaaq.  Sumber The Politic mengatakan Luthfi memiliki 20 orang anak dari ketiga istrinya. “Istri Pertamanya Ibu Ika, dikaruniai 12 anak. Istri keduanya asal Malang, dan ketiga asal Bima, Nusa Tenggara Barat, kampung halamannya,” ujar sumber.

Mantan pendiri PKS, Yusuf Supendi juga mengatakan kepada The Politic   bahwa mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq memiliki tiga istri. Selain memiliki istri tiga, rumah Lutfi juga bukan hanya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan saja, tetapi juga di beberapa tempat. “Di Cipinang Muara, Condet Jakarta Timur juga ada, di Jagakarsa Jakarta Selatan juga ada,” tutur Yusuf.

Setelah ditahan pada Rabu (30/1) malam, rumah Luthfi yang beralamat di Jl. A, RT 002 RW 01 nomor 11 Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jati Negara, Jakarta Timur terlihat sepi. Menurut sumber The Politic, rumah tersebut merupakan rumah pertama yang dibeli oleh Luthfi bersama istri pertamanya, Ika. Awalnya, kata sumber rumah tersebut dibeli seharga Rp 250 juta dengan hutang dan dicicil. “Waktu itu belum masuk partai seperti sekarang,” ujar sumber kepada The Politic.

Masih menurut sumber, sekarang (setelah berpartai), kehidupan Lutfi dan istrinya berubah. Istrinya memiliki yayasan yang bernama Yayasan Kepongpong Semesta. Yayasan tersebut bergerak di bidang peningkatan mutu dan kualitas Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak. Ika juga memiliki usaha lain seperti salon yang tepat berada di samping yayasan yang didirikan. Salon tersebut dikhususkan untuk wanita dengan nama Qaninta Salon. Tepat dipintu masuk salon tertulis laki-laki dilarang masuk. Menurut sumber lain, kini salon tersebut dikelola oleh anaknya yang baru saja lulus kuliah. “Itu diurus sama anak perempuan Pak Lutfi, masih muda pakai kerudung. Kira-kira baru lulus kuliah,” ujar sumber.

Ketika dikonfirmasi, salah satu pegawai salon tersebut menampik jika salon tersebut dimiliki oleh Ika atau putrinya, namun ia menunjuk salah satu rumah yang tepat berdiri di samping salon tersebut. The Politic kemudian menuju rumah di samping salon, dan si pemilik tidak menampik jika ia yang mengurus salon tersebut. Ia mengaku kerabat dari keluarga Lutfi, yang tidak hanya mengurus salon Qaninta Salon saja, tetapi juga menjaga kontrakan rumah milik Lutfi.

Bambang, Ketua RT, mengatakan kontrakan yang dimiliki oleh keluarga Lutfi hampir 7-8 petak dengan luas tanah kurang lebih 400 meter persegi. “Kalau harga tanah sekarang di sini per meternya sudah Rp 4 jutaan,” ujar Bambang. Biaya sewa per bulan dikenakan biaya Rp 500.000/bulan. “Rumah lama, tapi isinya kamar-kamar. Banyak kamarnya, daripada nggak ditinggali, jadi disewa saja,” ujar pengelola kontrakan yang sekaligus mendirikan warung di depan rumah kontrakan tersebut.

Sumber lain yang ditemui The Politic mendapatkan informasi dari orang dekat keluarga Lutfi, bahwa Lutfi jarang menabung uang penghasilannya di bank. “Uangnya disimpan di kamarnya pakai karung,” cetus sumber dengan nada lirih.

Bambang menambahkan bahwa Lutfi dulunya sempat ikut perang di Afganistan. Dari istri pertama Ika, Lutfi memiliki 12 anak, di antaranya  anakanya ada yang kuliah di luar negeri. Paling kecil, masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Menurut Bambang, Lutfi jarang bergaul dengan warga. “Ah nggak gaul orangnya,” ujar Bambang.

The Politic kemudian mendatangi kediaman Lutfi yang berada di Jalan Haji Samali, RT 10 RW 01 Nomor 27, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah tersebut juga terlihat sepi. Rahmat, selaku Ketua RT setempat membenarkan bahwa rumah dengan nomor 27 tersebut merupakan kediaman pribadi Lutfi Hasan Ishaaq. Menurut Rahmat, sebelum ditinggali oleh Luthfi, rumah itu milik keluarga almarhum Haji Salam Gani. "Benar, tadinya punya almarhum Haji Salam Gani, tapi dijual kepada Pak Luthfi beberapa tahun lalu," jelas Rahmat kepada The Politic Kamis (31/1).

Berdasarkan pantauan The Politic, sekitar pukul 17.00 WIB, di halaman rumah berpagar tinggi dengan warna cokelat hitam tersebut hanya tampak seorang laki-laki muda yang sedang berdiri dan membawa sajadah untuk solat. Namun, belum sempat disapa orang tersebut langsung mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah.

Kediaman Lutfi termasuk mewah di antara deretan rumah-rumah lain di sekelilingnya. Rumah itu berlantai dua yang luasnya sekitar 500 meter persegi dengan perpaduan cat tembok warna krem dan kaca-kaca besar menghiasi dinding rumah. Di halaman rumah terparkir tiga unit mobil, yaitu Toyota Rush B 1340 TFK, Nissan Terano B 1073 RFW dan Toyota Rush berwarna Hitam Metalik, Tahun 2009 yang tidak diketahui plat nomornya.

Untuk kedua kalinya, Kamis (7/2) The Politic kembali ke rumah Lutfi di bilangan Pasar Minggu yang dibelinya dengan harga Rp 13 miliar itu. Namun, menurut penjaga rumah, sang pemilik sedang berada di luar. “Semuanya sedang di luar, Mas,” jelas penjaga yang enggan dititipi surat wawancara untuk istri Luthfi.

Masih pada hari yang sama, Kamis (7/2) yang cerah, The Politic mendatangi kediaman Lutfi yang lain di Jl Batu Ampar IV, RT 009 RW 03 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Keramat Jati, Jakarta Timur. Kediaman Lutfi yang baru itu berada di dalam cluster yang hanya dibangun enam rumah saja. Menurut penuturan Ketua RT setempat, cluster yang hanya ada enam rumah tersebut, baru dua tahun dibangun dan hingga kini masih dalam tahap pembangunan. Luas tanah cluster tersebut, menurut penuturan Ketua RT sekitar 4000 meter persegi yang dibeli dari keluarga Tanu.

Sumber The Politic  mengatakan, cluster tersebut khusus diperuntukkan bagi petinggi-petinggi PKS. “Saya sih dapat info cerita, kalau di belakang pojok kiri dari pintu gerbang itu katanya rumah Presiden PKS,” ujar sumber.

Namun, security cluster menyangkal cluster tersebut milik petinggi-petinggi PKS dan salah satu rumah paling ujung milik Luthfi, yan g kini mantan Presiden PKS. “Nggak ada, nama Luthfi Hasan Ishaaq, kata siapa. Ini cluster umum, bukan punya PKS,” jelas security.

 Dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Lutfi hanya melaporkan dua kali kekayaannya. Pada 29 Desember 2003 ketika Lutfi berniat mencalonkan anggota DPR. Kemudian ketika Lutfi terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPR pada 1 November 2009. Tahun pelaporan 2003, harta Lutfi tercatat sebesar Rp 381.110.000. Setelah 5 tahun duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat, harta Lutfi melonjak menjadi Rp 1.066.430.620. Kekayaan Lutfi mulai dari tanah dan bangunan  seluas 247 meter persegi dan 110 meter di Jakarta Timur. Kendaraan senilai Rp 157 juta dan pada 2009 melonjak menjadi Rp 900 juta. Lutfi juga memiliki simpanan rekening giro pada 2009 sebesar Rp 3.117.520. Total harta kekayaannya tahun 2009 sebesar Rp 1.066.430.620. Sopian, Jojo.
***


Anis Matta, Presiden PKS
Lebih Sering Pulang ke Apartemen Istri Keduanya

Foto: Istimewa. 
Tertangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK, Rabu (30/2) tengah malam, membuat jabatan Presiden PKS kosong. Dengan gerak cepat, para petinggi PKS melakukan pertemuan di kediaman Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminnudin, di Lembang, Bandung Jumat (1/2). Lalu di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Hilmi Aminnudin, Hidayat Nur Wahid, Muhammad Anis Matta, dan para petinggi lain mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan pengganti Luthfi Hasan Ishaaq.

Jumpa pers pergantian jabatan Presiden PKS, langsung dibuka oleh Ketua Dewan Syuro, Hilmi Aminnudin. Atas dasar keputusan rapat DPP PKS (31/1) dan beberapa pertimbangannya dari surat permohonan Luthfi dalam pengunduran dirinya sebagai Presiden PKS, Hilmi kemudian membacakan keputusan rapat yang menetapkan M. Anis Matta sebagai Presiden PKS. Anis Matta sebelumnya menjabat sebagai Sekjen PKS.

Kemudian, Hilmi menyampaikan struktur organisasi PKS yang lain, seperti M. Taufiq Rodho menjadi Sekjen yang sebelumnya menjabat sebagai bidang generasi muda PKS. “Presiden ditugaskan untuk melakukan konsolidasi untuk semestinya,” tutup Hilmi dalam jumpa pers.

Setelah dinobatkan sebagai Presiden PKS, Anis Matta lalu memberikan pidato politiknya di depan para kader dan wartawan. Diawali dengan salam, Anis Matta menyampaikan rasa cintanya kepada Lutfi Hasan Ishaaq (LHI).  "Saya mencintainya, kalau Luthfi melihat ini," ujar Anis Matta.

Kemudian, Anis Matta mengatakan bahwa peristiwa besar yang sedang menimpa partainya tersebut akan menjadi hentakan sejarah macan tidur sebuah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya yakin Allah SWT memberikan isyarat besar kepada kita semua, bahwa ini merupakan momentum kebangkitan PKS,” ucap Anis Matta, dalam pidato politiknya.

Ia pun memberikan tiga syarat untuk keluar dari kisruh partai ini. Pertama, memohon pertolongan kepada Allah. Dua, ukhuwah solidaritas. “Kita bisa melalui ini kalau kita saling bergandengan tangan,” jelasnya. Tiga, kerja keras. "Kita memulai hari ini Insya Allah adalah hari momentum kita untuk kebangkitan," jelas Anis.

Dari pantauan The Politic, di sela-sela pidato politik Anis Matta sebagai Presiden baru PKS, di ruangan jumpa pers tersebut kader selalu berteriak “Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Anis mengatakan bahwa agenda pertamanya adalah memberantas korupsi. Selain itu, Anis menginginkan adanya pertaubatan nasional. “Agenda pertama kita, melakukan pertaubatan bagi kader-kader kita semua, pertama kita lakukan istighfar,” ucap Anis yang diikuti melakukan istigfar oleh pada kader di dalam ruangan jumpa pers tersbut. Di akhir pidato politiknya, Anis mengatakan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, sekaligus mengundurkan diri sebagai anggota DPR.

Tidak Kaget. 
Menanggapi kisruh yang terjadi pada partai yang didirikannya (Partai Keadilan yang sekarang menjadi Partai Keadilan Sejahtera), The Politic  menjumpai Yusuf Supendi di Jakarta, Senin (4/2). Yusuf mengatakan tidak kaget dengan adanya pemberitaan yang sedang melanda partai yang didirikannya. “Saya tidak kaget waktu pertama kali mendengarnya,” ujarnya.

Rusaknya Partai Keadilan Sejahtera, menurut Yusuf disebabkan oleh tiga hal, di antaranya uang, kekuasaan, gengsi. “Wanita terseliplah ya di situ. Kalau nggak ada duit nggak mungkin main wanita lagi kan,” ucap Yusuf yang sedang menyelesaikan buku dengan judul 8 Kejahatan Elit PKS. “Sekitar 80-an halaman. Saya punya dokumen itu 1.500 halaman ada, itu di luar buku,” jelasnya kepada The Politic.

Penyebab rusaknya partai yang ia  ikut dirikan menurut Yusuf dilakukan oleh Hilmi Aminuddin, Lutfi Hasan Ishaaq, dan Anis Matta. Kondisi yang sedang dialami PKS hari ini oleh Yusuf Supendi diibaratkan seperti ikan yang hidup di dalam kolam berair sabun, gelagepan (bahasa Jawa=sulit bernafas). “Dengan gelagepan itu. Pernyataan-pernyataan konspirasi apa itu, ya karena gelagepan ikan di air kolam sabun itu,” terangnya.

Yusuf Supendi juga mengkritik keras atas pidato politik Anis Matta ketika disahkan menjadi Presiden PKS, Jumat (1/2) lalu. Menurut Yusuf, pidato Anis hanyalah ocehan semata dan pembodohan kader. “Pidato Anis Matta ocehan politik dan pembodohan kader. Taubat memiliki persyaratan, di antaranya harus meminta maaf kepada orang yang dizolimi. Hal tersebut akan sia-sia jika tidak dilakukannya. Tanpa itu jungkir balik tidak akan selesai,” ujarnya.

Yusuf mengibaratkan PKS seperti pohon sudah menjadi papan. “Kalau sudah jadi papan, sulit untuk ditanam lagi. Ada tidak papan ditanam lagi?” ucapnya. Menurutnya, bisa saja diperbaiki namun Yusuf meminta Anis Matta (Presiden PKS), dan Hilmi Aminuddin (Ketua Dewan Syuro PKS) segera bertaubat, dan mengundurkan diri dari jabatan masing-masing. “Mau marah ayo sama saya. Nggak akan berani,” tegas Yusuf.  “Anis Matta dan Hilmi taubatnya minta maaf kepada kader, lalu mundur,” tambahnya. Menanggapi kritikan Yusuf Supendi, Anis Matta hanya memasang senyum sambil menepuk pundak The Politic, “Tidak perlu ditanggapi,” ujarnya.

 Sementara saat  dikonfirmasi mengenai kabar bahwa suap impor daging sudah dilakukan elit PKS  suadah lama , dan ia juga  disebut-sebut ikut berebut uang suap untuk 90.000 ton daging impor, Anis Matta membantah kabar tersebut. ”Nggak benar itu (sambil geleng).” ujarnya singkat kepada The Politic setelah pidato politiknya ketika disahkan menjadi Presiden PKS, Jumat (1/2). Lain halnya dengan Yusuf Supendi yang tidak menyangkal kabar tersebut. ”Iya betul, emang betul itu,” ujarnya kepada The Politic.

Sabtu (8/2) The Politic menyambangi kediaman Anis Matta di Gg. Wahab I No 42 Rt 002/09 Utan Kayu Matraman, Jakarta Timur untuk kesekian kalinya. Siang itu terlihat rumah Sekjen PKS ini dibangun ulang dan masih belum selesai juga. Dari berita The Politic sebelumnya, pada tanggal 17/10 2011 rumah Anis Matta dibongkar paksa oleh Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (Sudin P2B) Jakarta Timur.

Pembongkaran paksa ini lantaran menyalahi Permohonan Izin Mendirikan Bangunan (PIMB) yang sudah dikeluarkan. Dalam PIMB bernomor 0079/PIMB-PB/T/2011 tertanggal 07 April 2011, rumah tersebut direncanakan sebagai tempat tinggal berlantai dua. Namun dalam proses pembangunannya rumah tersebut dibangun dengan empat lantai.

 Seperti diketahui luas tanah 400 meter persegi, pagar tinggi yang dibangun mengelilingi rumahnya membuat orang sulit melihat ke dalam. Tinggi pagar dari tembok berwarna krem ini sekitar tiga meter. Gerbang menuju rumah terletak di pojok kiri tepat belokan Gang Wahab I. Gerbang rumah yang terbuat dari besi berwarna hitam memiliki lebar lima meter yang terdiri dari satu pintu geser selebar empat meter untuk keluar masuk kendaraan. Satu lagi pintu untuk keluar masuk orang.

Lingkungan tempat tinggal Anis pun sangat sepi dari lalu lalang pejalan kaki maupun kendaraan. Jalan menuju Gang Wahab I tidak begitu lebar, hanya bisa dilintasi dua motor. Dari pantauan The Politic, walaupun  sudah ada pembongkaran dari pihak Sudin P2B, pembangunan ulang rumah Anis Matta masih terlihat empat lantai. Menurut  petugas sekuriti, rumah yang sedang dibangun tersebut bukan empat lantai melainkan dua lantai. Padahal jelas terlihat bangunan tersebut  terdiri atas empat lantai.

Sekuriti  itu  mengaku tidak mengetahui di mana Anis Matta dan keluarganya tinggal selama pembangunan rumah berlangsung. “Nggak tahu beliau tinggal di mana sekarang, beliau jarang ke sini. Beliau kan orang sibuk,” ujarnya. Dikabarkan pula, rumah yang dibangun tersebut nantinya akan ditempati oleh kedua istri dan anak-anaknya.

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968 ini diketahui telah dua kali melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan data yang diperoleh dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Anis Matta melaporkan harta kekayaannya yang pertama pada tahun 2003 dan kedua pada tahun 2007.

Pelaporan pertama pada tanggal 26 Desember 2003, kekayaan Anis Matta  mencapai total Rp 4.713.622.000 dan US$ 4.000. Terdiri atas harta tak bergerak yang meliputi tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Timur, Kendari, dan Bekasi. Ditambah dengan harta bergerak seperti mobil Toyota Harrier, dua Toyota Kijang, dan Motor Honda Supra. Selain itu meliputi Giro dan Kas yang mencapai Rp 50.000.000.

Pelaporan kedua pada tanggal 7 Desember 2009 mencapai total kekayaan Rp 6.479.720.000 dan US$ 10.000. Dengan beberapa perubahan data yang dilaporkan sebelumnya dan perubahan data baru maupun data yang berkurang karena dijual yang meliputi tanah dan bangunan di Jakarta, Bekasi, Kediri. Baik dari perolehan warisan maupun sendiri. Ditambah dengan harta bergerak seperti mobil Toyota Harrier, dua Toyota Kijang, dan Motor Honda Supra. Selain itu meliputi kekayaan Giro dan Kas yang mencapai Rp 125.000.000. Ternyata Anis juga memiliki empat mobil yaitu Honda CRV, Toyota Alphard, Toyota Crown dan Kijang Innova.

Selain memiliki harta yang melimpah, Anis Matta menuliskan nama kedua istrinya dalam data LHKPN yang bernama Anway Irianti Mansyur dan Szilvia Fabula. Masing-masing kedua istrinya diketahui tinggal bersama dalam satu rumah. Dari beberapa data yang tertulis dari LHKPN, ternyata ada beberapa harta yang tergolong harta bergerak belum dilaporkan kepada pihak KPK, yaitu mobil pribadi seperti Toyota Alphard dan Toyota Innova.

Menurut Yusuf Supendi,  istri yang tinggal di rumah dikawasan Utan Kayu tersebut adalah istri pertama Anis. Anis Matta juga memiliki apartemen di belakang Hotel Indonesia (HI). “Yang istri pertama di Utan Kayu yang lagi dibongkar itu. Istri keduanya tinggal di apartemen belakang HI. Dia lebih sering pulang kesana,” terang Yusuf. Ketika The Politic mendatangi empat apartemen yang terletak di belakang HI, security dan informasi apartemen, tidak bisa memberikan informasi atas nama Muhammad Anis Matta, maupun nama istri keduanya Szilvia Fabula. Sopian.

Sumber: Tabloid The Politic Edisi 8 Tahun 2

Related

The Politic 1899960665411657429

Post a Comment

emo-but-icon

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Cuap-Cuap, Gan.

Nampang

item
Themes Blog