terima kasih sudah mengunjungi

Artikel Sastra



Sastra dan Gaya Hidup Remaja Perkotaan
Oleh: FX Rudy Gunawan

Sastra bagi remaja perkotaan bukanlah sastra yang terwakili oleh para sastrawan dari generasi Putu Wijaya sampai Linda Christanti sekalipun. Sastra bagi remaja perkotaan juga bukanlah sastra koran, majalah sastra seperti Horison, maupun jurnal-jurnal kebudayaan yang memuat cerpen, puisi, dan esai-esai serius. Sastra remaja perkotaan adalah sastra pergaulan yang terekspresikan dalam medium-medium baru yang melekat pada gaya hidup mereka.

Download artikel lengkapnya


Anak Indonesia Sudah Tidak Mengenal Dongeng

Dongeng merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Pasalnya sejak kecil kita sudah diperkenalkan orang tua kita akan berbagai cerita rakyat yang ada di Nusantara ini. Bahkan seringkali dongeng tersebut menjadi isnpisari bagi seorang anak dalam bertingkah laku dan bercita-cita. Dongeng merupakan jenis tradisi lisan yang memiliki peran penting dalam masa pertumbuhan ahlak anak-anak. Sebab dalam dongeng terdapat unsur hiburan disamping pendidikan. Pesan-pesan mulia tersebut diharapkan mampu membawa anak-anak pada alam kehidupan sehari-hari yang lebih baik.

Download artikel lengkapnya


Gunung Api dan Budaya Sunda
Oleh: Adjat Sudradjat

Telah banyak contoh bahwa letusan gunung api sangat memengaruhi kehidupan manusia. Setidaknya ada lima letusan gunung api besar di dunia yang telah memberikan dampak luar biasa terhadap kebudayaan manusia, tiga di antaranya ada di Indonesia. Pertama, letusan Toba yang terjadi pada lebih kurang 74.000 tahun lalu yang telah memusnahkan kebudayaan neolitikum Tampan di Semenajung Malaya. Kedua, letusan Gunung Tambora pada 1815 yang menyebabkan musim dingin berkepanjangan, baik di Eropa maupun di Amerika sehingga menyebabkan kegagalan panen. Ketiga, letusan Krakatau pada 1883 yang juga menyebabkan musim dingin berkepanjangan.

Download artikel lengkapnya


Sastra Mutakhir Hingga Pantun Sunda
Oleh: Yopi Setia Umbara

Paling tidak ada emapat hal yang menggejala kuat muncul dalam sejumlah karya sastra Indonesia mutakhir. Pertama, pencarian identitas dalam kerumitan tarik-menarik antara pergulatan pribadi melawan pandangan kolektif. Kedua, upaya mencerna kembali aneka rupa trauma, mulai dari suksesi kekuasaan di masa lampau, bencana politis-kolonia, tagedi PKI, hingga bencana alam. Ketiga, fiksi yang memadukan unsure tradisional dengan gaya hidup kosmopolitan. Dan keempat yang juga terasa kuat dalam karya sastra Indonesia akhir-akhir ini adalah keprihatinan empatik atas nasib korban-korban bencana alam.

Download artikel lengkapnya


“Drupadi”, Cerita Tentang Perempuan
Oleh: Nursyahbani Katjasungkana

Begitu besarkan perbedaan mata perempuan dan mata lelaki ketika menonton Drupadi?
Bagi saya, Drupadi, sebagaimana yang tergambar dalam pembuka film, menunjukan siluet tari perempuan yang muncul dari api, yang menunjukan kelembutan dan sekaligus kekuatan perempuan, tenaga yang terbungkus dalam keindahan. Tetapi, tidak di mata laki-laki. Drupadi dianggap sebagai perempuan yang kehilangan keanggunan karena banyak omong. Ia juga perempuan yang layak dihinakan karena menolak seorang anak sais ikut sayembara memperebutkan dirinya. Cerita kehancuran pandawa dan keangkaramurkaan Kurawa ini bahkan dilihat sebagai tragedy Drupadi.

Download artikel lengkapnya


Ayang-ayang Gung”: Sebuah Catatan Budaya
Oleh: Soni Farid Maulana

Nano S seniman karawitan kontemporer, yang satu kakinya terbenam di musik tradisional Sunda dan satu kakinya lagi terbenam di musik industry, yang dibilang orang musik pop itu, beberapa waktu lalau dalam sebuah tayangan di Stasion TVRI Jabar-Banten melaukan tafsir atas teks lagu Ayang-ayang Gung yang berbunyi, Ayang-ayang gung – gung/Gung goongna rame/Menak Ki Mas tanu/Nu jadi wadana/Naha maneh kitu/Tukang olo-olo/Loba anu giruk/Ruket jeung kumpeni/Niat jadi pangkat/Katon kagorengan/Ngantos Kanjeng Dalem/Lempa lempi lempong/jalan ka Batawi ngemplong/Ngadu pipi jeung nu ompong.

Download artikel lengkapnya


Sastrawan Sunda dan Perempuan
Oleh: Atep Kurnia

Bagaimana perempuan digambarkan atau direpresentasikan oleh sastrawan Sunda? Novel Sunda sebelum Perang Dunia II, umumnya menggambarkan tokoh-tokoh perempuan yang malang. Novel Sunda yang pertama memulainya. Ya, Baruang ka nu Ngarora (1914) karya D.K. Ardiwinata menampilkan Rapiah. Ia digambarkan sebagai perempuan tidak teguh pendirian. Ia berupaya mengingatkan dirinya pada laki-laki bersetatus menak, Aom Kusman. Yang ekstrem, bahkan ia rela diperlakukan sewenang-wenang oleh suaminya yang bergelar raden itu.

Download artikel lengkapnya


Etnisitas dan Kota

Oleh: Katrin Bandel
Apa hubungan kota dengan etnisitas? Baik kehidupan kota besar/metropolitan maupun etnisitas bisa dikatakan cukup penting atau bahkan “trendy” sebagai tema dalam sastra Indonesia masa kini. Namun umumnya kedua trend itu terpisah satu sama lain, karya tentang kota tidak mempersoalkan etnisitas, dan karya tentang etnisitas tidak bersetting kota.

Download artikel lengkapnya


5 Proses Adaftasi untuk Sekenari Film (Powe Point)

Download


Bersakit-sakit Nikmat dengan Hantu dan Mbah Dukun
Oleh Eriyandi Budiman

Para ahli folklor modern lebih senang mempergunakan istilah kepercayaan rakyat (folk belief) atau keyakinan rakyat daripada takhyul (superstitious) karena takhyul berarti hanya khayalan belaka, (sesuatu yang) hanya di angan-angan saja (sebenarnya tak ada) (Poerwadarminta 1976:996). Demikian juga istilah superstition berasal dari kata latin superstitio yang berati ‘keterlaluan takut pada dewa-dewa’. (Webstre New World Dictionary, 19590).

Download Artikel Lengkapnya


Film Indonesia, Suatu Ketika (Bagian Pertama) Sebuah Sosiologi yang Hilang

oleh Hikmat Darmawan

1
Pada 1983, terjadi sesuatu yang jarang saya temui lagi: saya sekeluarga menonton film Teguh Karya, Di Balik Kelambu, di Pasar Minggu Theatre. Kejadian ini unik di beberapa level.

Download Artikel Lengkapnya


Kisah si 'Oscar'
Oleh: Bagus Sugiharta

"And the Oscar goes to..."
Berpasang-pasang telinga hampir dipastikan terkonsentrasi pada kelanjutan kalimat di atas. Kalimat yang kerap diikrarkan di awal tahun tersebut acapkali juga menjadi mantra wajib simak bagi para insan perfilman Hollywood (Amerika Serikat) khususnya dan dunia pada umumnya. Walaupun sesungguhnya tidak ada tolok ukur mutlak dalam hal penilaian suatu produksi film, namun keberadaan ajang penghargaan film (setidaknya) berperan sebagai wadah apresiasi terhadap hasil karya film.

Download Artikel Lengkapnya


Kritik Film Vs Kajian Sinema

Oleh: Seno Gumira Ajidarma
Apakah kajian sinema merupakan "kritik film" seperti yang sering terbaca di media massa cetak Indonesia? Mungkin tidak-tetapi sebaiknya kritik film yang menghakimi sebuah film itu baik atau buruk memang merupakan kajian sinema, yakni tidak menjadi penghakiman, melainkan pengkajian. Kritik film, mengacu kata kritik, sering tertafsirkan sebagai mencari dan mengungkap kesalahan atau keburukan dari sebuah film. Padahal, jika pemahaman diacukan kepada kata kritis, urusannya bisa menjadi lain. Dalam kata kritis terdapat tuntutan untuk menjelaskan, dan suatu kejelasan tidak dimungkinkan oleh asumsi, melainkan dari suatu kajian. Dengan begitu, dari sebuah kritik film sebetulnya diharapkan perbincangan, bukan kata putus. Namun, kata putus inilah yang semakin menjadi ciri kritik film.

Download Artikel Lengkapnya


Sinetron Islami, Didaktiskah?

Drs. Sumiyadi, H.Hum.

Sinetron islami adalah sinema elektronik yang bersifat keislaman. Apabila pernyataan tadi masih perlu penjelasan, maka sinetron islami adalah film cerita untuk acara televisi yang berdurasi pendek (sekali tayang) atau panjang (berkali-kali tayang karena dipersiapkan untuk  berpuluh episode) dan bertema keislaman atau hah-hal yang berkaitan dengan agama Islam.

Download Artikel Lengkapnya


Tentang Dua Film Garin Nugroho: Film Sebagai Percakapan Gagasan
oleh Hikmat Darmawan

Yang paling menggelikan dalam pemutaran kembali Opera Jawa September 2007 ini adalah jenis penghargaan Festival Film Indonesia 2006 kepada film ini: ”Skenario Terbaik”. (Kita tahu, pada tahun tersebut FFI memberi anugerah film terbaik pada Ekskul yang kemudian membuat heboh itu.)

Download Artikel Lengkapnya



Tentang Mengulas Film
oleh Hikmat Darmawan (Redaktur Rumahfilm.org)

"Dalam kesenian, satu-satunya sumber informasi yang bebas hanyalah kritik.Lainnya itu iklan."
(Pauline Kael, dikutip oleh JB. Kristanto, dalam “Apa Sih Maunya Resensi Film Itu? Kritikus Film: Paria Superstar”, Nonton Film Nonton Indonesia, Penerbit Kompas, 2004.)

Download Artikel lengpanya


Fenomena Dasima
Oleh: Ibnu Wahyudi

Dengan dibincangkannya Nyai Dasima karya S.M. Ardan (Masup Jakarta, Februari 2007) di TIM, Jakarta, 23 Februari lalu, kian jelaslah posisi penting cerita tragis Dasima dalam lintasan sejarah sastra Indonesia modern.

Download Artikel Lengkapnya


Deddy Mizwar Bicara Soal Kritik Film
Oleh: Ekky Imanjaya

    Pada awalnya adalah undangan untuk pemberitaan soal film. Lantas muncul resensi, dan ada yang kritis soal film. Pada awalnya, semua orang diundang untuk menulis sebuah film. Sekarang pun masih ada yang dikasih ongkos, baru menulis film yang dimaksud. Kalau di luar negeri, sudah tidak ada lagi undangan-undangan semacam itu.

Download artikel lengkapnya


François Truffaut, dari Sinefil sampai Sutradara
Oleh: Yosef Indra

    Berangkat dari kecintaannya pada dunia film dan sastra yang menjadi tempat pelariannya sejak kecil, François Truffaut muda memulai karirnya sebagai penerbit selebaran film yang akan diputar di bioskop di daerah panas Pigalle-Montmartre di Paris. Ketika berumur 14 tahun, ia mendirikan sebuah kine klub bersama temannya dan mengikuti berbagai diskusi film. Lantaran mencuri mesin tik untuk menutup kerugian usahanya, ia masuk penjara anak nakal tetapi segera dibebaskan berkat jaminan dari André Bazin, pendiri majalah film Cahiers du cinéma yang kemudian mendidik dan mengasuhnya untuk menjadi kritikus film.

Download artikel lengkapnya


Harry Dagoe, Menerjemahkan Perilaku Anak-Anak Ke Dalam Film
Oleh: Ekky Imanjaya

Harry "Dagoe" Suharyadi telah kembali. setelah film pendek Happy Ending dan serial televisi Jendral Kancil dan Putri Malu yang berbeda dengan sinetron lainnya, Harry kembali membesut film anak-anak. Kali ini, lengkap dengan novel, original soundtrack, bahkan workshop acting khusus anak-anak. Judulnya Ariel dan Raja Langit yang akan dirilis 11 Agustus mendatang. Berikut wawancara Layarperak dengan sutradara film Pachinko and Everyone's Happy ini.

Download artikel lengkapnya


Jafar Panahi Bicara Film Iran, Hollywood, dan Indonesia
Oleh: Ekky Imanjaya

Pada Jiffest 2002, penulis berhasil mewawancarai Jafar Panahi, sutradara film asal Iran. Dari pertemuan sekitar 30 menit itu, banyak yang dibincangkan, tapi saat itu tidak semuanya diracik menjadi tulisan.

Download artikel lengkapnya


Medium dan Bentuk Hibrida Opera Jawa
Oleh: Eric Sasono

Film dan opera kerap disamakan. Keduanya merupakan gabungan dari berbagai seni lain, seperti musik, penulisan, lakon, dan sebagainya. Kesamaan lain antara film dan opera adalah keduanya sama-sama dipertunjukkan dalam satuan waktu tertentu dan disajikan dalam bentuk cerita.     Sekalipun demikian, gabungan keduanya diragukan. Misalnya kritikus film John Simmons di New York Magazine edisi 20 Oktober 1975 tak percaya pada film opera sesudah ia melihat Moses and Aron (Jean Marie Straub) yang difilmkan dari libretto karya Arnold Schonberg. Pandangan Simmons berubah ketika ia menonton The Magic Flute, sebuah opera untuk TV yang dibuat oleh Ingmar Bergman berdasarkan libretto dari Emmanuel Schikaneder untuk komposisi karya Mozart.

Download artikel lengkapnya


Menengok Keempat Film Hanung Bramantyo
Oleh: Gaston Soehadi

Hanung Bramantyo adalah salah satu dari sekian banyak sutradara generasi baru perfilman Indonesia yang rajin memotret kehidupan kaum muda Indonesia di film-filmnya. Hanung konsisten dengan hal tersebut karena kita bisa menyaksikannya dalam empat film cerita yang telah dibuatnya: Catatan Akhir Sekolah, Brownies, Jomblo dan Lentera Merah. Film-film tersebut menampilkan cerita tentang kegelisahan dan gejolak kaum muda. Film cerita kelimanya yang belum berjudul namun siap diedarkan awal tahun 2007 agaknya juga berfokus pada kaum muda. Dalam empat film pertama yang saya sebutkan tadi, kaum muda yang dipotret Hanung berjuang dalam kegelisahannya sendiri dan berusaha untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi nyaris tanpa bantuan orang tua mereka. Mengapa?

Download artikel lengkapnya


Novelisasi Film & ”Merchandise” Kebudayaan
Oleh Eriyandi Budiman

FILM ekranisasi, atau film yang dilayarputihkan berdasarkan novel (sastra), telah lama menjadi tradisi. Simak saja karya Ernest Hemingway seperti "The Old Man and The Sea" ("Lelaki Tua dan Laut"), Boris Pasternak seperti "Dr. Zhivago", hingga "In The Name of the Rose"-nya Umberto Eco. Film dari novel populer juga dibuat seperti "The God Father I,II,III" karya Mario Puzo, "The Lord of the Rings"-nya Tolkien, hingga "Harry Potter"-nya JK Rowling.

Download artikel lengkapnya


Riri Riza, “Fungsi Sinema adalah Menantang Arus Besar Pemikiran”
Oleh: Ekky Imanjaya

Sepertinya, film Gie garapan Riri Riza adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak penikmat film Indonesia. Film ini ditunggu-tunggu sebagai film besar yang pernah ada sejak 5 tahun terakhir.  Riri Riza, sang sutradara, masalah penantian dan pengharapan yang tinggi ini tidak menjadi beban. “itu konsekuensi dari eksistensi kita, hal yang mendorong untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.

Download artikel lengkapnya

Post a Comment

  1. Salam kenal, senang bisa berkunjung disini, terima kasih artikel yang bagus. Saya tunggu kunjungan baliknya di http://OBYEKTIF.COM

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    obyektif.com

    ReplyDelete
  2. Salam Kenal juga, Mas, makasih udah berkunjung. saya udah berkunjung nih kje obyektifCom. saya pikir, tadinya detik. hehe.. tapi semoga berbagi informasi terus dengan semua. kunjungi, Mas, weBlog saya juga, jurnalisme warga www.seringbuka.com

    ReplyDelete

emo-but-icon

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Cuap-Cuap, Gan.

Nampang

static_page
Themes Blog