terima kasih sudah mengunjungi

Makalah Sastra






Konsep Martabat Tujuh Dalam At-Tuchfatul-Mursalah Karya Syaikh Muhamad Fadhlullah Al-Burhanpuri: kajian filologis dan analisis resepsi
oleh: Sangidu

Pengantar
Filologi merpupakan sautu ilmu yang objek penelitiannya adalah naskah dan teks. oleh karena itu, untuk meneliti naskah dan teks menurut kerja filologi, hal pertama yang harus di kerjakan adalah

Download makalah lengkapnya


Kosmologi dan Nilai Dalam Chick Lit
oleh: Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno

Chick lit selalu dianggap sebagai cerita ringan dan dangkal mengenai dunia merah jambu wanita dan pria muda, yang terperangkap dalam keberhasilan profesional, kemewahan, hiruk pikuk urban, dan kelajangan. Kesan tersebut segera timbul bila hanya melihat sampulnya yang selalu menampilkan wajah wanita muda dengan latar dekoratif dalam warna-warna ceria.Tokoh-tokohnya adalah

Download makalah lengkapnya


Mengemas Malin Kundang dalam VCD:Urbanisasi Cerita Rakyat
oleh: Clara Evi Citraningtyas (Universitas Pelita Harapan)

Abstrak
Seiring dengan majunya teknologi, semakin banyak film bisa dinikmati lewat DVD/VCD. Berbagai karya sastra besar juga banyak yang telah banyak hadir dalam versi DVD/VCD. Seperti tak mau ketinggalan, cerita rakyat Indonesia pun mengikuti jejak serupa dan kini telah banyak pula yang hadir dalam bentuk DVD/VCD. Hal ini rupanya mendapat sambutan baik dari para orang tua, baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri.

Download makalah lengkapnya


Remaja dan Gaya Hidup Dalam Film Indonesia: Penerimaan Remaja terhadap Gaya Hidup Dalam Film Indonesia
oleh: I.G.A.K Satrya Wibawa

Pendahuluan
Film sebagai salah atau bentuk media massa mempunyai peran penting di dalam sosialkultural, artistik, politik, dan dunia ilmiah (Worth dalam Gross, 5 Maret 2000: www.temple.edu). Pemanfaatan film dalam usaha pembelajaran masyarakat ini sebagian didasari oleh pertimbangan bahwa film mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian orang dan sebagian lagi didasari oleh alasan bahwa film mempunyai kemampuan mengantar pesan secara unik (McQuail, 1994: 13). Selain itu film juga merupakan sebuah media hiburan yang sederhana dan murah (Jowett dan Linton, 1980: 15).

Download makalah lengkapnya


Representasi Homoseksualitas dalam Film Indonesia Kontemporer
oleh: Maimunah (Asian Studies, Universitas Sydney, Australia)

Pengantar
Makalah ini akan mengkaji munculnya representasi seksualitas non-normative dalam film-film Indonesia kontemporer yang menunjukkan upaya negosiasi terhadap keragaman seksual dan merekonstruksi paradigma seksualitas yang monolitik dan essensialis. Munculnya film-film yang mengangkat tema-tema film homoseksual setelah jatuhnya rezim Orde Baru menjadi penting untuk dikaji mengingat di beberapa daerah di Indonesia, homosexual behaviour cenderung ditolerir keberadaannya tetapi homosexual identities masih dianggap tabu.

Download makalah lengkapnya


Sastra dan Gaya Hidup Remaja Perkotaan
oleh: FX Rudy Gunawan

            Sastra bagi remaja perkotaan bukanlah sastra yang terwakili oleh para sastrawan dari generasi Putu Wijaya sampai Linda Christanti sekalipun. Sastra bagi remaja perkotaan juga bukanlah sastra koran, majalah sastra seperti Horison, maupun jurnal-jurnal kebudayaan yang memuat cerpen, puisi, dan esai-esai serius. Sastra remaja perkotaan adalah

Download makalah lengkapnya


Seni Sastra, Teater, dan Film Dalam Konteks Perkotaan: Industrialisasi dan Urbanisme (Studi Kasus Serial Sinetron Film ”INTAN”)
oleh: Soediro Satoto

Abstrak
Suka tak suka, pro atau kontra, baik setuju maupun tak setuju, di lapangan menunjukkan fenomena bahwa ada korelasi yang signifikan, baik dilihat dari perspektif historis, ilmiah, maupun seni, antara produksi (seni) sastra dengan seni teater dan seni film.

Download makalah lengkapnya


Sinemasastra: Mencari Bahasa di Dalam Teks Visua
oleh: Muslikh Madiyant

Pengantar
Kajian sastra di Indonesia selama tiga dasawarsa belakangan sudah mencakup pengembangan teori, kritik, dan sejarah. Pada perkembangan ini, kajian sastra di negeri kita belum menaruh perhatian secara memadai pada bidang penelitian yang bersifat lebih khusus dan sistematis, yakni

Download makalah lengkapnya


Wayang dalam Fiksi Indonesia
Oleh: Burhan Nurgiantoro

Pengantar
            Penulisan fiksi atau secara lebih luas sastra Indonesia dewasa ini menunjukan adanya kecenderungan untuk mengangkat budaya tradisional. Keadaan itu sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan tahun 50-an walau belum seintensif sekarang.
Download Makalah Selengkapnya

Arus Puitika Sastra Naratif Cina dalam Sastra Indonesia: Kajian tentang Ca Bau Kan dan Sam Po Kong Karya Remy Sylado
Oleh :. Adi Setijowati (Fakultas Sastra Unair)

Pendahuluan
Memahami karya sastra Indonesia dibutuhkan kajian-kajian bandingan dengan puitikapuitika sastra yang mengitarinya. Selama ini seolah-olah sastra naratif dalam sastra Indonesia telah ada begitu saja dan puitika sastra Baratlah satu-satunya yang menentukan arus naratif sastra Indonesia tersebut. Kesadaran akan keterbukaan sastra Indonesia terhadap puitika naratif selain dari Barat perlu diketahui agar didapatkan pengetahuan genre naratif sastra Indonesia.

Download Makalah Lengkapnya


Keluarga Gerilya: Kebenaran Lebih Tinggi Daripada Cinta
Oleh: Hani’ah (Pusat Bahasa Jakarta)

Pendahuluan
Keluarga Gerilya (Toer, 1949) adalah sebuah novel yang melukiskan seorang pemuda, Saaman, yang berhasil menjadi pahlawan justru karena ia otodidak. Novel ini menjadi istimewa karena merupakan antitesis dari novel yang melukiskan pemuda yang lemah akibat pendidikan orang tua yang tidak tulus, seperti Atheis dan Salah Asuhan. Hasan dalam Atheis adalah korban pendidikan ayahnya yang ingin menjadikannya anak soleh demi kepentingannya masuk surga, sedangkan Hanafi dalam Salah Asuhan adalah korban asuhan ibunya yang ingin menjadikannya lebih maju dari orang senegerinya demi kepentingannya menjulangkan nama. Kedua orang tua itu hanya memperalat anaknya untuk kepentingannya sendiri yang egoistis.

Download Makalah Lengkapnya


Komposisi Kematian dan Kehidupan dalam Novela1Sagra Karya Oka Rusmini: Konkretisasi Budaya dalam Karya Sastra
Oleh: Fabiola D Kurnia (Universitas Negeri Surabaya)

Abstrak
Sebagai artefak budaya, karya sastra dapat dimaknai sehingga dapat menjadi objek estetik. Konkretisasi budaya dalam karya sastra menilik perilaku verbal kebudayaan yang memuat deskripsi teks, produk aspek kognitif dan emotif pengarang. Novela Sagra karya Oka Rusmini mengungkap nilai-nilai, pemikiran, suasana hati, perasaan, kepercaya-an, dan adat kebiasaan masyarakat Bali. Pola penceritaan dengan komposisi kematian dan kehidupan merupakan representasi perpaduan harmonis antara kreativitas pengarang dengan tatanan kehidupan dan kepercayaan masyarakat dalam latar cerita. Konfigurasi petak hitam-putih menggambarkan perputaran sistem kehidupan setelah kematian “Kematianlah yang menghidupkan cerita ini” memberi warna khusus dalam dunia novela Indonesia.

Download Makalah Lengkapnya


Mendekonstruksi Mitos-mitos Masa Kini
Oleh: Benny H. Hoed

1. Pendahuluan
1.1 Mitos dan Dekonstruksi
Bagi orang yang belajar semiotik seperti saya ini, kata mitos mengingatkan pada buku Roland Barthes yang berjudul Mythologies (Barthes 1957). Dalam Kata Pengantarnya, Barthes mengemukakan bahwa tujuan buku yang ditulisnya itu – yang merupakan kumpulan esei – adalah untuk (1) melakukan kritik ideologi atas bahasa budaya massa [critique idéologique portant sur le langage de la culture dite de masse] dan (2) melakukan pembongkaran semiologis atas bahasa tersebut [démontage sémiologique de ce langage] untuk memahami dasar pemaknaan yang sudah “mengakar” atas fenomena budaya di masyarakat Prancis (Barthes 1957: 1). Teorinya tentang mitos kemudian diterangkannya dengan mengetengahkan konsep konotasi, yakni pengembanngan segi signifié (petanda, “makna”) oleh pemakai bahasa. Pada saat konotasi menjadi mantap, ia menjadi mitos, dan ketika mitos menjadi mantap, ia menjadi ideologi. Jadi, banyak sekali fenomena budaya dimaknai dengan konotasi, dan jika menjadi mantap makna fenomena itu menjadi mitos, dan kemudian menjadi ideologi.

Download Makalah Lengkapnya


Politik Cerpen dan Cerpen Politik Seno Gumira Ajidarma: Sebuah Kesaksian Atas Saksi Mata
Oleh: Cahyaningrum Dewajati (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Pengantar
Realitas dalam sastra adalah fakta mental (mantifact). Akan tetapi, cerpen-cerpen Seno Gumira yang terangkum dalam Saksi Mata seolah-olah mereduksi secara jelas berbagai pengalaman dan peristiwa politik penting di Indonesia pada tahun 1992—1994. Pada masa itu, sebagai jurnalis, Seno Gumira sangat merasakan betapa dahsyatnya tekanan politik para penguasa terhadap pers. Fakta-fakta dalam jurnalisme, menurutnya, dengan mudah dapat diembargo, dimanipulasi, ditutup dengan tinta hitam, dan dibreidel. Baginya, genre sastra, khususnya cerpen, adalah media yang sangat lentur yang mampu mengungkapkan “kebenaran”. Kebenaran dalam kesusasteraan bisa jadi merupakan sebuah perlawanan bagi historisisme, yakni sejarah yang hanya diciptakan bagi pembenaran kekuasaan (Adjidarma, 1997:2).

Download Makalah Lengkapnya


Revitalisasi Opera Batak Sebagai Sebuah Pertunjukan Drama
Oleh: Prof. H. Ahmad Samin Siregar (Fakultas Sastra USU, Medan)

1. Pendahuluan
Ada beberapa cabang kesenian seperti sastra, lukis, tari, dan musik. Di samping itu, ada pula drama yang juga merupakan bagian dari hasil kesenian itu. Drama sangat erat hubungannya dengan beberapa cabang seni lainnya seperti dengan seni tari, seni mu-sik, seni suara, seni peran, dan seni sastra. Oleh karena itu, beberapa orang seniman ha-ruslah dapat bersama-sama membangun suatu pertunjukan berupa drama ini. Kesemua-nya ini telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya cabang seni yang satu bagi cabang seni yang lainnnya.

Download Makalah Lengkapnya


Perbenturan Kesadaran Kritis Perempuan Dengan Ideologi Patriarki: Dalam Novel Voice Of The Heart Karya Barbara Taylor Bradford
Oleh: Dra. Kurnia Ningsih, M.A (Fakultas Bahasa Sastra dan Seni Universitas Negeri Padang)

Abstrak
Pro dan kontra terhadap budaya populer tidak habis-habisnya diperbincangkan, bahkan menjadi topik yang cukup hangat untuk diperdebatkan. Banyak sekali tudingan yang negatif terhadap budaya popular terutama karya yang dihasilkannya. Namun cukup banyak pula penelitian yang dilakukan orang untuk menyanggah tudingan tersebut. Salah satu karya yang dibicarakan disini ialah analisa novel populer karya Barbara Taylor Bradford. Secara eksplisit novel ini memaparkan kesadaran perempuan untuk bangkit membuka ruang gerak bagi dirinya dalam dunia patriarki. Namun jalan yang ditempuhnya justru mengu-kuhkan sistem patriarki. Kontradiksi ini terlihat sejak awal sampai akhir cerita yang melibatkan tidak saja sifat dan sikap para tokoh melainkan juga melibatkan unsur novel lainnya, seperti sudut pandang, narator, nada, alur cerita dan konflik yang hadir. Sehingga karya yang terlihat dari permukaan mengartikulasikan perjuangan perempuan mencapai kesetaraan ternyata sangat sarat dengan muatan ideologi patriarki.

Download makalah lengkapnya


Mempersoalkan Karakteristik Sastra Koran Dalam Bingkai Industri Kultural

Oleh: Dian Susilastri (Balai Bahasa Palembang)

Pendahuluan
Mengetengahkan karakterikstik sastra koran dewasa ini boleh dikatakan sudah ketinggalan jaman bila tidak dikatakan basi, toh sastra koran terus hidup dan tidak peduli dengan berbagai komentar atasnya. Akan lebih menarik bila kita membicarakan multikulturalisme di dalam sastra koran, misalnya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan sastra koran dewasa ini semakin marak di tengah-tengah industri kultural yang juga semakin maju dan penuh persaingan. Sastra koran menjadi sebuah gengsi tersendiri dalam dunia sastra di Indonesia. Apalagi bila kita mulai mencermati karakteristik yang unik pada sastra koran, sastra koran tumbuh dan berkembang mengikuti lajunya industri koran.

Download makalah lengkapnya


Sastra Metropolis Sebuah Alternatif Kajian Sosiologis

Oleh: Drs. Sujarwa, M. HUM. (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Abstrak
Perkembangan teknologi transformasi dan informasi di awal abad melinium ini memang telah terasa dampaknya. Geliat dunia politik, sosial, budaya, dan masalahmasalah besar di berbagai negara dapat dengan mudah untuk diakses oleh siapa pun. Berbagai informasi perubahan perilaku sosial dan budaya di kota-kota besar menjadi menu sajian utama di TV-TV, media massa cetak, maupun bentuk informasi lain yang tidak sekedar reportase. Yang menarik adalah munculnya banyak karya fiksi sejenis sastra non-imajinatif seperti: esei, biografi, otobiografi, memoar, maupun catatan harian, yang layaknya seperti sebuah reportase. Karya-karya ini ada dan beredar di pasaran jauh sebelum media elektronik dan media cetak mengemasnya dalam bentuk menu sajian informasi kepada masyarakat, seperti: Fenomena, Jakarta Under Groun, dan sejenisnya.

Download makalah lengkapnya


Perilaku Dua Tokoh Utama Terhadap Harta pada Drama Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer dan Little Foxes Karya Lillian Hellman: Dinamika Pribadi dalam Bingkai Psikoanalisa

Oleh: -

Pendahuluan
Manusia merupakan makhluk yang rumit untuk difahami, karena itu upaya untuk mengkaji manusia selalu menarik untuk dilakukan. Kerumitan itu berasal dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks (McMahon dan McMahon, 1986: 14). Kekompleksan manusia melebihi makhluk apapun dan kerumitannya tidak tertandingi oleh mesin apapun yang pernah dibuat (Koswara, 1991: 1). Banyak hal tentang manusia yang tidak pernah habis untuk dikupas, salah satunya adalah perilaku.

Download makalah lengkapnya


Remaja Dan Gaya Hidup Dalam Film Indonesia: Penerimaan Remaja terhadap Gaya Hidup dalam Film Indonesia

Oleh: I.G.A.K Satrya Wibawa

Abstrak
Film sebagai salah atau bentuk media massa mempunyai peran penting di dalam sosialkultural, artistik, politik, dan dunia ilmiah (Worth dalam Gross, 5 Maret 2000: www.temple.edu). Pemanfaatan film dalam usaha pembelajaran masyarakat ini sebagian didasari oleh pertimbangan bahwa film mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian orang dan sebagian lagi didasari oleh alasan bahwa film mempunyai kemampuan mengantar pesan secara unik (McQuail, 1994: 13). Selain itu film juga merupakan sebuah media hiburan yang sederhana dan murah (Jowett dan Linton, 1980: 15).

Download makalah lengkapnya


Promosi Sebagai Sarana Sosialisasi Dan Pengembangan Tradisi: Suatu Pendekatan Studi Kultural

Oleh: Prof. Dr. H.A.R. Tilaar (Universitas Negeri Jakarta)

Abtrak
Kebudayaan bukan sesuatu entity yang menetap, lengkap, statis tidak berubah. Kebudayaan merupakan suatu praktek dan proses dalam hal saling membagi pengertian dan oleh sebab itu mempelajari kebudayaan bukanlah melihat kebudayaan itu sebagai sesuatu yang harmonis atau keseluruhan yang bulat. Dalam kenyataannya kebudayaan merupakan berbagi pengertian yang sama tetapi juga pengertian-pengertian yang saling bertentangan. Kebudayaan merupakan suatu arena terjadinya berbagai cara artikulasi dunia yang bukan tidak mungkin saling bertentangan dan saling sejalan dan searah.

Download makalah lengkapnya


Representasi Ajaran Zen Budhisme dalam Novel Musashi Episode Tanah dan Supernova Episode Akar: Kajian Intertekstualitas

Oleh: Ida Nurul Chasanah, S.S., M.Hum. (Fakultas Sastra Universitas Airlangga)

Pendahuluan

            Karya sastra tidak lahir dalam situasi kekosongan budaya (Teeuw, 1980:11). Dalam hal ini, karya sastra dicipta berdasarkan konvensi sastra yang ada, di samping juga sebagai sifat hakiki sastra (sifat kreatif). Sebuah karya sastra mempunyai hubungan sejarah antara karya sezaman, yang mendahuluinya, atau yang kemudian. Hubungan sejarah ini dapat berupa persamaan atau pertentangan.

Download makalah lengkapnya


Ideologi Kepengarangan Tiga Pengarang Wanita Indonesia: Perspektif Kritik Sastra Feminis Terhadap Teks Proses Kreatif Titis Basino P.I., Toety Heraty, dan M. Poppy Donggo Huta Galung

Oleh: Luita Aribowo, Puji Karyanto, Sri Ratnawati

Pendahuluan

            Selama ini studi sastra mempunyai kecenderungan hanya tertuju pada karya sastra itu sendiri. Padahal menurut Abrams (1979: 6—7) the total situation of work of art (situasi karya sastra secara menyeluruh) setidaknya melibatkan empat aspek, yaitu aspek semesta (universe) yang menjadi latar penciptaan, pencipta (artist) yang menciptakan sebuah karya, pembaca (audience) yang mengapresiasi karya, selain karya sastra itu sendiri (work) sebagai hasil dari proses kreatif yang dilakukan oleh seorang pengarang. Oleh karena itu, sebagai satu sistem, studi sastra yang ideal
seharusnya tidak hanya tertuju pada karya sastra semata, tetapi harus pula memperhatikan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan proses cipta sastra tersebut.

Download makalah lengkapnya


Arus Puitika Wayang Kulit Jawa dalam Sastra Indonesia

Oleh: Adi Setijowati

Pendahuluan

            Beberapa tahun yang lalu di beberapa seminar dibacakan mengenai “menuju teori sastra Indonesia yang relevan”. Dibicarakannya topik tersebut sehubungan dengan berkembangnya teori sastra di Barat dan kondisi dalam karya sastra Indonesia sendiri. Teori sastra yang berasal dari alam sastra Barat sebenarnya tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi karya sastra Indonesia, mengingat adanya sejumlah karya sastra Indonesia yang mempunyai muatan sastra daerah (Sastrowardojo, 1988).

Download makalah lengkapnya


Fungsi Wirid dan Hizib dalam Sastra Lisan Pesantren (Studi Kasus Wirid Asma’ul Husna dan Hizb Lathif di Brangsong Kendal)

Oleh: Muhammad Abdullah

Pendahuluan

            Dalam khazanah tradisi pesantren dikenal apa yang disebut sebagai sastra pesantren. Yakni sastra yang lahir dan berkembang di dalam komunitas pesantren. Ciri-ciri sastra pesantren tersebut adalah (1) lahir dan berkembang setelah sekitar abad ke-19, (2) bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa, bahasa Arab, kadang bercampur bahasa Arab dan Jawa ; (3) tulisan yang dipakai adalah tulisan Arab-Jawa (pegon) dan tulisan Arab; (4) lahir dan berkembang di kawasan pondok pesantren; dan (5) isinya berkisar masalah tauhid, fiqih, ilmu kalam, dan doa-doa (Basuki, 1988; Abdullah 1996; Thohir, 1997).

Download makalah lengkapnya


Tradisi Lisan Pesantren dan Pemberdayaan Politik Kaum Santri (Kajian Terhadap Tradisi Shalawatan)

Oleh: Moh. Muzakka

Pendahuluan

            Tradisi lisan dan atau sastra lisan merupakan tradisi sastra yang mencakup ekspresi kesusastraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturunkan secara lisan dari mulut ke mulut. Tradisi lisan ini pada umumnya berkembang pesat di dalam masyarakat yang belum atau sedikit mengenal tulisan, yaitu masyarakat pedesaan. Hal itu bukan berarti bahwa tradisi lisan tidak berkembang di dalam masyarakat perkotaan yang pada umumnya mengenal tulisan tetapi peranan tradisi lisan ini dalam komunitas kota pada umumnya relatif kecil dan kurang signifikan (Hutomo, 1991). Karena tradisi lisan merupakan ekspresi lisan sebuah komunitas budaya suatu kelompok masyarakat atau kolektif yang tersebar di berbagai kelompok suku bangsa yang bersifat pluralitas, maka wujud, bentuk, tema, dan fungsinya pun berbeda-beda.

Download makalah lengkapnya


Ketika sastra dicetak: perbandingan tradisi tulisan tangan dan cetakan dalam bahasa Sunda pada paruh kedua abad ke-19

Oleh: Dr Mikihiro Moriyama (Jurusan Studi Asia Fakultas Bahasa-bahasa Asing Universitas Nanzan)

Pendahuluan

            Keberaksaraan cetak (print literacy) mengubah unsur-unsur tradisi penulisan dan praksispraksisnya. Keberaksaraan cetak juga menjadi wahana bagi bentuk-bentuk baru dari unsur-unsur kebudayaan, mencangkokkan tradisi dengan modernitas. Tentang bahasa, cetakan menahan sifat menyimpang dan kelenturan bahasa, membakukan ciri kelisanan dan ciri khirografik2 berbasis keberaksaraan.

Download makalah lengkapnya


Simbol Perlawanan Sastra “Phantasmagoria”: Anti Logia Sacra dalam Karya Polemik “The Satanic Verses” dan “Serat Darmogandul”

Oleh: Mochamad Ali, S.S., M.A.Min. (Fakultas Sastra, Universitas Airlangga, Surabaya)

Pendahuluan

            Gaung sang maestro sastra dunia, sekaligus novelis post-modern asal India, Salman Rushdie dengan novelnya The Satanic Verses, seakan menjadi “icon” sederetan karya novel lain yang menandai tonggak genre sastra Phantasmagoria dengan mengusung ide Anti Logia Sacra sebagai symbol perlawanan budaya establishment. Sebut saja misalnya; karya novelis Thomas Paine (1737-1809) yang berjudul The Age of Reason, The Last Temptation of Christ (1955) karya Nikos Kazantzakis, Toledot Yeshu’ ha-Notzri karya Chaim Nachman Bialik (1873-1934) yang ditulis dalam bahasa Ibrani, Langit Makin Mendung (1968) karya Kipandjikusmin, Balsafah Gatholoco karya Prawirataruna, Serat Darmogandul karya Ki Kalamwadi, juga yang lagi hangat di Bangladesh, berjudul Lajja karya Taslima Nasreen (dijuluki sebagai Salman Rushdie Betina); semuanya didakwa sebagai karya sastra popular yang melecehkan sakralitas agama (blasphemy).

Download makalah lengkapnya


Contemporary Storytelling Sebagai Sarana Promosi, Sosialisasi, dan Pendayagunaan Tradisi
Oleh: Murti Bunanta KPBA

Pendahuluan
Pokok pembicaraan yang dimintakan pada saya adalah “Promosi sebagai Sarana Sosialisasi dan Pengembangan Tradisi”, sebuah topik yang sesungguhnya amat luas, karena kata promosi dapat berkaitan dengan banyak masalah. Misalnya, promosi dalam kaitan antara tradisi dan bisnis, bisa pula promosi dalam hubungan antara tradisi dan industri, atau promosi dalam relasi antara tradisi dan pariwisata serta banyak hal lagi.

Download makalah lengkapnya


Penelitian Tentang Wayang Golek
Oleh: Okke Kusuma Sumantri Zaimar

Pendahuluan
Sebagaimana kita ketahui, wayang golek merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dijaga keberadaannya. Nenek moyang kita telah berusaha menemukan cara untuk menambah pengetahuan rakyat sambil memberikan hiburan kepada mereka. Kini ternyata peran wayang golek sebagai hiburan, telah jauh berkurang. Sekitar tahun enam dan tujuhpuluhan wayang golek sangat popular. Setiap ada perhelatan, baik khitanan, perkawinan, peresmian gedung atau pesta lainnya, orang menanggap wayang golek. Namun, pada masa kni lain lagi.

Download makalah lengkapnya


Dua Jenis Sandiwara Boneka: Bunraku dan Wayang Golek
Studi Komparatif Tentang Sandiwara Boneka Jepang dan Sunda
Oleh: Okke Kusuma Sumantri Zaimar

Pendahuluan
Berbeda dengan tradisi lisan yang mulai akan punah, teks sastra memegang peranan yang sangat penting dalam masyarakat modern. Tampaknya, kehidupan modern tidak banyak memberikan kesempatan pada semua yang berbau tradisi. Kini televisi dan video telah mengambil alih peran pertunjukan tradisional.

Download makalah lengkapnya


Transformasi Struktur Legenda Dunia Pesantren: Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nawawi
Oleh: Pujiharto

Pendahuluan
Legenda (legend) merupakan salah satu jenis prosa rakyat selain mite (myth) dan dongeng (folktale). Prosa rakyat itu sendiri merupakan salah satu jenis folklor, dan folklor merupakan salah satu bentuk kebudayaan. Dengan demikian, sebagai bagian dari kebudayaan, legenda merupakan bagian dari seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar (Koentjaraningrat, 1996:72).

Download makalah lengkapnya


Ketika Saya Nonton Pertunjukan (Wayang)
Oleh: r.supanggah

Pendahuluan
Wayang kulit (purwa) adalah salah satu bentuk seni pertunjukan (teater) yang tertua di Indonesia yang sekarang masih hidup subur. Tidak diketahui dengan pasti kapan dan seperti apa bentuk pergelaran wayang pada masa masa awal keberadaan kesenian ini. Diperkirakan wayang telah ada sebelum hindu masuk Indonesia sebagai bagian dari praktek upacara shamanisme di lingkungan masyarakat Jawa. Pada perkembangan selanjutnya wayang sering dikaitkan dengan kebudayaan Hindu dan atau Budha karena ceritera ceritera yang digelarnya diambil atau bersumber dari dua epik Hindu dari India yang sangat terkenal: Mahabharata dan atau Ramayana. Wayang bahkan dianggap telah berhasil menanamkan nilai nilai Mahabharata dan Ramayana pada kehidupan keseharian masyarakat Jawa.

Download makalah lengkapnya


Membaca Teater Koma
Oleh: N. Riantiarno

Abstrak
‘Membaca Teater Koma’ terdiri dari tiga tulisan yang menyatu. Satu: Masyarakat Teater Koma, mengupas; ‘Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama, yakni bersama-sama mengikuti suatu upacara bercermin’. Lalu, apa kriteria teater yang bermutu? “Jika berhasil mengajak penontonnya terlibat, berhasil mengajak penonton untuk bersama-sama bercermin. Jika berhasil menafsir saripati kehidupan.” Ada gurauan yang secara samar menyiratkan anggapan, bahwa, ‘Theatre is Life, Film is Arts, Television is Furniture’.

Download makalah lengkapnya


“Emplek – Emplek Ketepu” Tinjauan Sepintas Atas Sebuah Lagu Dolan
Oleh: Soedjarwo

Pendahuluan
Makalah ini mencoba meninjau secara sepintas sebuah lagu dolanan jawa yang dikenal sebagai lagu “Emplek – Emplek Ketepu”. Lagu dolanan itu disebut demikian karena diawali dengan kata-kata “Emplek – Emplek Ketepu”, yang sebenarnya hanya merupakan emacam “ sampiran” yang tak ada kaitannya dengan isi lagu itu. Seperti kebanyakan lagu-lagu dolanan Jawa yang lain, lagu ini tidak diketahui siapa penciptanya dan kapan mulai dinyayikan. Lagu itu diwariskan secara turun temurun dan kadang-kadang mengalami perubahan disana-sini.

Download makalah lengkapnya


Mengintip Dunia Hantu, Gaib, dan Tradisi Mistik Kejawen dari Pesisir Selatan Sampai Pesisir Utara
Oleh: Suwardi Endraswara

Pendahuluan
Dunia hantu adalah segmen hidup lain. Kalau tengah malam ada suara aneh memanggil namanya, mengetuk pintu, menelepon panjang, dan seterusnya – sering membuat bulu kuduk merinding. Itu baru hantu lewat suara tidak wajar, akan lebih seru lagi kalau hantu menampakkan diri dalam bentuk aneh, kita bisa ketakutan dan ingin lari terbirit-birit. Seperti yang pernah ditemukan Beatty (2001:76-77), ada roh halus yang menampakkan diri sebagai macan putih di perempatan jalan dan kuburan. Kendati hal ini bersifat subyektif, namun sebagian orang tetap meyakini bahwa hantu itu
menakutkan.

Download makalah lengkapnya


Legenda dan Diskriminasi Minoritas
Oleh: Yamamoto Haruki (Universitas Tenri, Jepang)

Pendahuluan
Di antara kelompok-kelompok manusia, baik bangsa, suku bangsa maupun kelompok-kelompok lain, diharapkan adanya pergertian yang sedalam-dalamnya dan sebenar-benarnya, terhadap satu sama lainnya. Tetapi pada kenyataannya, tidak demikian halnya di mana mana di dunia ini. Hubungan-hubungan antara kelompok manusia di mana saja masih diliputi oleh berbagai prasangka yang, usahkan mendekatkan, malah bisa memperbesar jarak antara kelompok satu sama lain,.

Download makalah lengkapnya

Post a Comment

emo-but-icon

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Cuap-Cuap, Gan.

Nampang

static_page
Themes Blog